5 Pemain Pinjaman Paling Moncer, Tampil Fantastis dan Bikin Klubnya Berjaya

Oleh Yus Mei Sawitri pada 24 Jul 2020, 08:45 WIB
Diperbarui 24 Jul 2020, 08:45 WIB
FOTO: Taklukkan Sassuolo, AC Milan Geser AS Roma dari Posisi Lima Klasemen
Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic berlari sambil membawa bola saat menghadapi Sassuolo pada pertandingan Serie A Italia di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Italia, Selasa (21/7/2020). AC Milan menang 2-1 sekaligus menggeser posisi AS Roma dari posisi lima klasemen. (Spada/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Opsi pemijaman pemain diprediksi menjadi primadona pada bursa transfer musim panas 2020. Di tengah kesulitan finansial akibat pandemi virus corona, klub-klub terpaksa berhemat, termasuk dalam urusan belanja pemain. 

Beberapa klub besar seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, hingga Manchester United juga tidak terhindar dari badai krisis finansial karena wabah covid-19. Imbasnya, klub-klub tersebut terpaksa menunda atau membatalkan rencana membeli pemain yang sudah lama diincar. 

Real Madrid contohnya. Sebelum pandemi corona, Los Blancos santer dikabarkan ingin memboyong Kylian Mbappe dari PSG. Namun, harga Mbappe yang sangat tinggi sulit ditebus Los Blancos, hingga sang pemain kemungkinan tetap bertahan di PSGM pada musim ini. 

Kasus serupa dialami Barcelona yang tampaknya harus menunda dulu hasrat memulangkan Neymar dari PSG. Harga Neymar tak terjangkau oleh kas Barcelona yang sedang tergerus. 

Opsi peminjaman jadi pilihan favorit. Klub bisa berhemat, namun kebutuhan amunisi untuk skuad tetap terpenuhi. 

Tentu saja, pesepak bola dipinjamkan ke klub lain bukan sesuatu yang baru, alias sudah berlangsung sejak bertahun-tahun silam. 

Berikut ini pemain pinjaman paling moncer dalam sejarah sepak bola dunia, dalam beberapa dekade terakhir. 

 

2 dari 6 halaman

1. Zlatan Ibrahimovic (Barcelona ke AC Milan)

img_milan-cesena-240111.jpg
Zlatan Ibrahimovic saat memperkuat AC Milan pada 2011. (AFP PHOTO / OLIVIER MORIN)

Menyusul perselisihan dengan Pep Guardiola di Barcelona, Zlatan Ibrahimovic memilih kembali ke Italia dengan status dipinjamkan semusim ke AC Milan untuk musim 2010/2011.  

Tak sia-sia Rossoneri meminjam Zlatan. Pemain Swedia itu menjadi sosok sentral pada skuad Massimiliano Allegri yang menjuarai Serie A. Ibra mencatatkan 14 gol dan 12 assist dalam 29 pertandingan liga. 

AC Milan kemudian mempermanenkan kontrak Ibra pada musim panas 2011 dari Barcelona. Saat itu, Milan merogoh kocek senilai 24 juta pounds, namun secara mengejutkan malah menjual sang pemain ke PSG setahun berselang. 

 

3 dari 6 halaman

2. Duvan Zapata (Sampdoria ke Atalanta)

Top Skor Sementara Serie A, Cristiano Ronaldo dan Immobile Bersaing Ketat
Duvan Zapata (Atalanta). (AFP/Miguel Medina)

Pemain Timnas Kolombia itu benar-benar menjadi sensasi sejak dipinjamkan dari Sampdoria ke Atalanta selama dua tahun mulai 2018. Dia menyumbangkan 46 gol dan 16 assist hanya dalam 77 laga bersama La Dea. 

Performa impresif Zapata membantu tim besutan Gian Piero Gasperini terkualifikasi ke Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarah klub pada tahun lalu. Atalanta kemudian mampu memijak hingga babak perempat final Liga Champions musim ini. 

Atalanta telah mengontrak Zapata secara permanen dengan banderol hanya 12 juta euro pada Januari 2020. 

 

4 dari 6 halaman

3. Thibaut Courtois (Chelsea ke Atletico Madrid)

Thibaut Courtois
Thibaut Courtois mendapatkan teror tak mengenakkan di derby Atletico Madrid vs Real Madrid (GABRIEL BOUYS / AFP)

Gara-gara posisi Petr Cech sebagai kiper utama Chelsea tak tergoyahkan, Courtois memilih gabung Atletico Madrid dengan kontrak peminjaman selama tiga musim pada 2011.

Courtois, yang saat itu masih berusia 19 tahun, berkembang pesat menjadi salah satu kiper terbaik di Spanyol, dengan mencatatkan 76 clean sheets dalam 154 laga. Ia bahkan mencicipi gelar La Liga dan Liga Europa dari total empat trofi selama bersama Atletico. 

Courtois juga di sisi tim pemenang ketika Atletico dan Chelsea bentrok pada Piala Super Eropa dan semifinal Liga Champions. 

 

 

5 dari 6 halaman

4. Fernando Morientes (Real Madrid ke AS Monaco)

fernando morientes
Mantan striker AS Monaco, Fernando Morientes. (AFP/Pascal Guyot)

Saat Real Madrid membangun skuad berlabel Galacticos pada awal 2000-an, Morientes tersingkir dari tim utama. Ia akhirnya memilih gabung ke AS Monaco dengan status pinjaman pada musim 2003/2004.

Sang striker langsung memberikan pengaruh luar biasa, dengan mencetak 22 gol dalam 42 pertandingan untuk membantu Monaco menjejak final Liga Champions. Dia juga menjadi top scorer Liga Champions musim itu dengan torehan 9 gol. 

Pencapaian itu juga bagai kemenangan personal bagi Morientes, terutama ketika golnya di perempat final membuat Real Madrid tersingkir. 

Sayangnya Monaco gagal menjadi kampiun Liga Champions setelah kalah 0-3 dari Porto di partai final. 

 

 

6 dari 6 halaman

5. Mohamed Salah (Chelsea ke Fiorentina/AS Roma)

Frack Ribery dan 6 Bintang Top Fiorentina
Mohamed Salah saat memperkuat Fiorentina. (AFP/ Marco Bertorello)

Pemain terakhir dari daftar ini adalah Mohamed Salah. Setelah kesulitan di Chelsea pada periode 2014 hingga 2015, Salah merapat ke Fiorentina sebagai pemain pinjaman. Petualangannya bersama La Viola singkat, tapi ia produktif dengan mengemas sembilan gol dalam 26 pertandingan. 

Salah kemudian dipinjamkan ke AS Roma pada musim 2015/2016. Ia berkontribusi penting menyumbangkan 14 gol dan enam assist untuk membantu Roma finis ketiga di Serie A. 

AS Roma lalu mengikat Salah dengan kontrak permanen pada musim berikutnya. Tim Ibu Kota Italia itu merogoh 15 juta euro untuk memboyong Salah, sebelum menjualnya ke Liverpool pada 2017 seharga 42 juta euro. 

Sumber: Ronaldo.com

Lanjutkan Membaca ↓