Selain Lampard Vs Klopp, 5 Cekcok Pelatih Ini Paling Ikonik di Premier League

Oleh Yus Mei Sawitri pada 26 Jul 2020, 06:30 WIB
Diperbarui 26 Jul 2020, 06:30 WIB
Manajer Chelsea, Frank Lampard dan manajer Liverpool, Jurgen Klopp.
Manajer Chelsea, Frank Lampard dan manajer Liverpool, Jurgen Klopp. (AFP/Phil Noble)

Bola.com, Jakarta - Keberhasilan Liverpool melibas Chelsea 5-3 pada Premier League, Kamis (23/7/2020) dini hari WIB, diwarnai insiden di pinggir lapangan. Manajer kedua tim, Jurgen Klopp dan Frank Lampard terlibat cekcok. 

Kedua pelatih tersebut saling lempar tuduhan, yang sampai berlanjut ke luar lapangan.

Saat itu, insiden dimulai dengan pelanggaran Mateo Kovacic yang akhirnya berujung pada gol Trent-Alexander Arnold. Lampard merasa Kovacic tak melanggar lawan, tapi Klopp yakin sebaliknya.

Perselisihan kedua pelatih ini berlanjut sampai ke luar lapangan. Lampard melontarkan tudingan serius, menyebut Liverpool terlalu arogan, meski mengakui The Reds layak jadi juara.

Media sosial pun bereaksi. Beredar potongan video adu komentar Lampard dengan Klopp selama pertandingan berlangsung. Saat itu Lampard kedapatan melontarkan sejumlah kata-kata kasar. 

Jurgen Klopp kemudian membalas komentar pedas Lampard. Dia menyindir dengan mengatakan Lampard masih harus banyak belajar, terutama menerima hasil saat peluit panjang sudah dibunyikan. 

Bagaimanapun, insiden ini membuktikan betapa kerasnya Premier League. Pertengkaran Lampard dan Klopp di tepi lapangan juga bukan hal baru, ada banyak pelatih-pelatih lain yang pernah melakukannya.

Sebut saja Jose Mourinho, Arsene Wenger, Pep Guardiola, Alan Pardew, Manuel Pellegrini, dan Nigel Pearson. Dikutip dari Daily Star, berikut 5 insiden pertengkaran pelatih paling ikonik selain Jurgen Klopp Vs Frank Lampard. 

 

2 dari 6 halaman

Jose Mourinho vs Arsene Wenger (2014)

Jose Mourinho - Arsene Wenger
Seorang ofisial pertandingan (tengah) harus memisahkan manajer Arsenal Arsene Wenger (kiri) dan Jose Mourinho (kanan) yang terlibat friksi pada 2014. (AFP/Adrian Dennis)

Dua pelatih legendaris ini memang sering terlibat konflik. Pertengkaran terbesar mereka terjadi pada 2014, era kedua Mourinho sebagai pelatih Chelsea.

Pada salah satu pertemuan kedua tim, Chelsea menang 2-0 atas Arsenal. Di tengah pertandingan insiden terjadi, Wenger bahkan lepas kontrol sampai mendorong dada Mourinho.

Setelahnya, Wenger langsung meminta maaf di depan media. "Saya selalu menyesali aksi kekerasan apa pun dan saya meminta maaf untuk itu," ujar Wenger.

 

 

3 dari 6 halaman

Jose Mourinho vs Pep Guardiola (Sejak 2009)

Jose Mourinho - Pep Guardiola
Manajer Manchester United Jose Mourinho (kiri) dan manajer Manchester City Pep Guardiola dalam sebuah pertandingan di Old Trafford, pada 2016. (AFP/Oli Scarff)

Mourinho lagi, kali ini dengan Guardiola. Kedua pelatih top ini sudah berselisih sejak Mourinho masih di Inter Milan dan Guardiola menangani Barcelona.

Tentu perselisihan ini berlanjut ketika Mourinho pindah ke Madrid. Guardiola sempat aman di Jerman, tapi kembali bersua dengan Mourinho di Premier League.

Sekarang situasinya sedikit mereda karena sepertinya Mourinho mencoba lebih mengontrol diri.

 

4 dari 6 halaman

Alan Pardew vs David Meyler (2014)

Alan Pardew dijatuhi hukuman denda sebesar 100.000 pounds dan teguran formal dari Newcastle United setelah menanduk gelandang Hull City, David Meyler.

Ya, Pardew jelas lepat kontrol, emosi menyelimuti akal sehatnya. Pelatih menyundul pemain lawan bukanlah insiden sepele.

Setelah pertandingan, Pardew langsung meminta maaf dan tidak bermaksud melukai lawan. "Saya tidak bermaksud melukai lawan tapi saya memang menggerakkan kepala ke depan," ujar Pardew.

"Saya mencoba mendorong dia dengan kepala saya. Saya meminta maaf pada semua orang. Seharusnya saya tidak terlibat."

 

5 dari 6 halaman

Alan Pardew vs Manuel Pellegrini (2014)

Pardew lagi, kali ini musuhnya Pellegrini. Insiden ini dikenal sebagai salah satu yang paling terkenal karena kata-kata kotor yang dilontarkan Pardew.

Saat itu tim Pardew takluk 0-2 dari Man City. Dia kesal bukan kepalang dan menyebut Pellegrini dengan sebutan kasar. 

Lagi-lagi, Pardew hanya bisa meminta maaf. "Saya sudah mendengar komentar saya dibicarakan dan saya meminta maaf untuk itu," ujarnya.

 

6 dari 6 halaman

Nigel Pearson vs James McArthur (2015) 

Melibatkan adegan cekik-mencekik. Kala itu, pada laga Cyrstal Palace kontra Leicester City di tahun 2015, James McArthur harus menyaksikan kemarahan Nigel Pearson dari jarak dekat.

Gelandang Palace ini terjatuh di technical area wilayah Leicester. Dia terlibat adu mulut dengan Pearson, yang berujung pada cekikan di lehernya.

Sumber: Daily Star

Disadur dari: Bola.net (Penulis Richard Andreas, published 25/7/2020) 

Lanjutkan Membaca ↓