Boyong Lionel Messi ke Inter Milan Hanya Khayalan yang Mustahil Terwujud

Oleh Yus Mei Sawitri pada 29 Jul 2020, 07:20 WIB
Diperbarui 29 Jul 2020, 07:20 WIB
Lionel Messi
Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, yakin Lionel Messi bakal pensiun di Camp Nou. (AFP/STR)

Bola.com, Jakarta - CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengakui sangat suka jika bisa mendatangkan Lionel Messi ke Serie A. Namun, dia mengakui asa memboyong superstar Barcelona itu hanya sebuah utopia alias hanya khayalan yang mustahil diwujudkan.  

Rumor Lionel Messi akan ke Inter Milan kembali santer berembus pada awal pekan ini. Apalagi, sempat beredar foto Messi sedang berada di seputar katedral di Italia. Pemilik saham mayoritas Inter Milan, Suning, memakai gambar tersebut untuk dipublikasikan dalam pertandingan Inter Milan melawan Napoli di China.

Tapi, ini bukan kali pertama La Beneamata dihubungkan dengan superstar Barcelona asal Argentina tersebut. 

Marotta memilih bersikap realitastis. Ia hanya berharap Alexis Sanchez bisa tetap bertahan di Inter Milan pada musim depan, karena menyadari Messi tak mungkin bisa terbeli. 

"Messi di katedral? Itu bukan ide saya. Masalah ini mengingatkan saya tentang sepak bola di masa lalu dengan situasi serupa. Kita bicara tentang seorang ikon, pemain hebat, dan keinginan yang dimiliki setiap orang," kata Marotta, seperti dilansir Goal Internasional

"Bakal luar biasa melihat seorang juara seperti dirinya di Inter. Tapi, itu sepak bola khayalan, situasi utopia," imbuh Marotta tentang rumor Lionel Messi

 

2 dari 3 halaman

Serie A Butuh Pemain Hebat

Espanyol Vs Barcelona
Striker Barcelona, Lionel Messi, berusaha melewati pemain Espanyol pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Rabu (8/7/2020). Barcelona menang 1-0 atas Espanyol. (AP/Joan Monfort)

Marotta menyadari Serie A butuh sosok pemain hebat seperti Messi. Namun, menurutnya tak ada tim Serie A yang mampu mewujudkan transfer seperti itu. 

"Sepak bola kami butuh loncatan. Kedatangan seorang juara akan menaikkan nilai brand Italia dan sepak bola. Jika kami bisa menganggap liga kita sebagai tempat pemain juara datang dan pergi, maka itu akan menjadi lebih baik," tutur Marotta. 

"Tak ada tim Italia yang mampu melakukan operasi seperti itu kecuali faktor luar biasa muncul terkait dengan pemegang saham, atau pemilik sebenarnya." 

"Selain itu jangan lupa kami harus menghormati FFP (Financial Fair Play). Tahun ini Covid-19 memastikan ada fleksibilutas, tapi setelah itu aturan tetap harus dihormati," tegas Marotta. 

Sumber: Goal Internasional 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓