Liga Europa, Habitat Manchester United Sejak Ditinggal Sir Alex Ferguson

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 09 Des 2020, 14:15 WIB
Diperbarui 09 Des 2020, 14:15 WIB
Manchester United
Skuat Manchester United saat menghadapi RB Leipzig di matchday keenam Liga Champions, Rabu (9/12/2020) dini hari WIB. (ODD ANDERSEN / AFP / POOL)

Bola.com, Jakarta - Manchester United tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 2-3 dari RB Leipzig dalam laga matchday keenam Grup H yang digelar Rabu (9/12/2020) dini hari WIB. The Red Devils terlempar ke 32 besar Liga Europa, dan ini bukanlah sesuatu hal yang aneh, terutama setelah kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013 lalu.

Kepergian Sir Alex Ferguson yang pensiun pada 2013 memang seakan memberikan pengaruh yang sangat besar kepada Manchester United.

Manajer asal Skotlandia itu menandai musim terakhirnya bersama Manchester United dengan gelar juara Premier League dan lolos ke 16 besar Liga Champions.

Namun, setelah Ferguson pensiun, The Red Devils belum pernah menjuarai Premier League lagi. Sementara di Liga Champions, Manchester United belum pernah mencapai perempat final lagi, tapi belum mampu menjadi juara seperti yang pernah dirasakan ketika ditangani oleh Ferguson.

Berakhirnya era Sir Alex Ferguson menjadi momen penting bagi Manchester United, bukan hanya di Inggris tapi juga di Eropa. Manchester United kini mulai akrab dengan Liga Europa, bahkan sudah pernah menjuarainya pada musim 2016/2017.

Video

2 dari 3 halaman

Kisah Manchester United dan Liga Europa

Manchester United, Ajax, Liga Europa
Wayne Rooney mengangkat trofi juara usai mengalahkan Ajax Amsterdam pada Final Liga Europa di Friends Arena, Stockholm, Swedia, (24/5/2017). MU menang 2-0. (AP/Martin Meissner)

Musim 2013/2014, musim pertama Manchester United setelah Sir Alex Ferguson pensiun, mereka tampil bagus di Liga Champions. The Red Devils lolos ke perempat final, tapi kalah dari Bayern Munchen dengan agregat 2-4.

Pada musim selanjutnya, Manchester United tidak berlaga di kompetisi Eropa.

Pada musim 2015/2016, Manchester United kembali ke Liga Champions, tapi gagal lolos dari fase Grup. The Red Devils kemudian terlempar ke babak 32 Besar Liga Europa, tapi kalah dari Liverpool di babak 16 Besar.

Musim 2016/2017, Manchester United bermain di Liga Europa lagi. Kali ini, tim racikan Jose Mourinho meraih catatan bagus dengan menjadi juara.

Kemudian Manchester United berlaga di Liga Champions dalam dua musim beruntun, musim 2017/2018 dan 2018/2019. Namun, Marcus Rashford dan kolega tidak pernah melaju lebih dari babak perempat final.

3 dari 3 halaman

Bermain (Lagi) di Liga Europa

Foto Liga Champions: Nyaris Comeback, Manchester United tersingkir!
Gelandang Manchester United, Paul pogba (kanan) dan Scott McTominay tampak kecewa usai laga lanjutan Liga Champions 2020/21 Grup H melawan RB Leipzig di RB Arena, Leipzig, Selasa (8/12/2020). Manchester United kalah 2-3 dari RB Leipzig. (AP/Matthias Schrader)

Manchester United bermain di Liga Europa musim 2019/2020 lalu. Langkah Setan Merah cukup perkasa sejak fase grup. Namun, mereka harus terhenti pada babak semifinal karena kalah dari Sevilla.

Pada laga yang digelar satu leg saja, United kalah 1-2 dari Sevilla.

Kini, Manchester United akan kembali berlaga di Liga Europa pada musim 2020/2021, walau belum resmi. Hal ini karena kegagalan The Red Devils tampil impresif di Grup H Liga Champions musim 2020/2021.

Manchester United masih harus menunggu hasil akhir laga PSG vs Istanbul Basaksehir. Apa pun hasil laga itu, United akan berlaga di Liga Europa. Laga PSG vs Basaksehir dihentikan karena ada insiden rasisme dari ofisial keempat pertandingan tersebut terhadap asisten pelatih Basaksehir.

Jadi, harusnya United tak perlu malu-malu kan untuk berlaga di Liga Europa?

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 9/12/2020)

Lanjutkan Membaca ↓