Ini Sosok yang Membuat Nama Malaysia Melambung di Pentas DOTA 2

Oleh Nurfahmi Budi pada 17 Jan 2019, 09:22 WIB
Diperbarui 17 Jan 2019, 09:22 WIB
Syed Saddiq Abdul Rahman
Menpora Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman (kiri) puas dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. (Liputan6.com/Cakrayuri Nuralam)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Malaysia membuat 'heboh' kalangan industri electronics sports (e-Sports) di kawasan Asia Tenggara. Hal itu terjadi setelah Negeri Jiran tersebut mengalokasikan dana Rp34,8 miliar demi perkembangan e-Sports.

Dana tersebut tak termasuk beberapa konsentrasi, seperti sponsorship, pembiayaan atlet, beasiswa dan ragam item lainnya. Tak pelak, keputusan di bawah Kementerian Pemuda dan Olah Raga Malaysia tersebut membetot atensi publik.

Menpora Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, menegaskan target awal adalah meraih emas pada cabang e-Sports SEA Games 2019 di Filipina. Selain itu, Malaysia berambisi menjadi 'hub' bagi e-Sports di kawasan Asia Tenggara.

Sebenarnya, target tersebut bukan isapan jempol semata. Sepanjang 2018, Malaysia sudah menyedot perhatian dunia dengan beberapa atlet e-Sports. Satu yang sempat membuat heboh adalah keberadaan Yap Jian Wei.

Sosok ini melambung sepanjang 2018. Puncaknya, ia membawa nama Malaysia semakin besar ketika tampil pada panggung puncak DOTA 2, The International 2018. Saat itu, ia membela PSG.LGD, dan mampu menjadi support dengan baik.

Alhasil, Yap Jian Wei, yang memiliki ID: xNova, berhasil membawa pulang hadiah uang senilai 4,1 juta dolar AS atau lebih dari Rp60 miliar. Angka itu belum termasuk sederet hadiah dari berbagai turnamen DOTA 2 sepanjang tahun 2018.

Yap Jian Wei seolah membuka mata internasional kalau Malaysia memiliki banyak potensi atlet e-Sports.

Kini, banyak orang penasaran dengan sosok xNova alias Yap Jian Wei. Ia berusia 21 tahun, momen yang biasanya berada di level puncak, dan terbiasa melakukan rule sebagai support. Singnature hero yang biasa digunakan adalah Rubick, lalu ia juga senang dengan Earth Spirit dan Bounty Hunter.

Kariernya di level tim sudah terjadi sejak bergabung dengan Who2Bet pada 1 Januari 2015. Sejak saat itu, ia berganti-ganti tim, seperti Mineski-X, WarriorsGaming.Unity, Team Bazaar, dan sebagai stand-in di Clutch Gamers.

Pada tahun lalu, Yap Jian Wei memutuskan menerima pinangan tim asal Prancis, LGD Gaming. Ia menggantikan peran Yoo, yang sudah ingin rehat dari kompetisi internasional.

Kini, Yap Jian Wei menjadi satu di antara insipirator bagi para gamer muda di Malaysia, terutama di panggung DOTA 2. Pada sisi lain, publik Indonesia tentu berharap ada nama-nama yang bisa mengatrol Merah Putih di pentas dunia e-Sports internasional, dan tak hanya di nomor DOTA 2.

Sumber: TechinAsia, Star2