Negara Ini Tarik Larangan Terhadap PUBG dan PUBG Mobile

Oleh Nurfahmi Budi pada 26 Apr 2019, 17:25 WIB
Banner Infografis Pro-Kontra Bahaya PUBG Mobile

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Nepal mengeluarkan keputusan mengejutkan terkait kebijakan akses bermain PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) dan PUBG Mobile. Mereka menarik aturan larangan mengakses dan bermain gim besutan Tencent tersebut.

Langkah tersebut mengundang reaksi publik, terutama bagi mereka yang sebelumnya setuju penutupan akses bermain PUBG. Maklum, larangan tersebut baru dikeluarkan sepekan lalu, namun langsung berubah.

Keputusan menarik larangan tersebut diikusi perintah otoritas setempat yang meminta ISP dan operator seluler untuk membuka lalu lintas baik dari dan menuju server PUBG. Menurut situs engadget.com, permintaan pembatalan aturan tersebut berasal dari Mahkamah Agung Nepal.

Hakim Ishwar Prasad Khatiwada menyebut, pelarangan PUBG ini dianggap melanggar aturan terkait kebebasan berekspresi. Ia menuturkan pemerintah harus menunjukkan bukti nyata dan masuk akal agar pelarangan ini dapat diterapkan.

Sayang, pemerintah Nepal belum dapat memberikan argumen yang kuat pada Mahkamah Agung.Reaksi Mahkamah Agung terkait pemblokiran ini tidak lepas dari petisi yang diajukan sejumlah advokat. Dalam petisi itu disebutkan, pemblokiran hiburan berbasis internet melanggar kebebasan berekspresi.

Pada sisi lain, belum ada kepastian apakah pencabutan larangan akses atau pemblokiran PUBG ini akan berlangsung selamanya. Sebelumnya, selain memblokir gim PUBG, Nepal juga siap untuk menangkap setiap gamers yang memainkan gim ini.

 

2 of 2

Proses Pemblokiran

PUBG Mobile
PUBG Mobile x Resident Evil 2. (Doc: PUBG Mobile)

Nepal sempat menjadi satu di antara negara yang melakukan pemblokiran terhadap gim PUBG dan PUBG Mobile. Latarnya, video gim harus dibatasi, karena ada kekhawatiran mengenai kecanduan gim dan tindak penyerangan.

Meski begitu, para ahli termasuk cukup skeptis tentang masalah kecanduan gim. Saat ini sudah ada penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki kaitan antara video gim dengan agresi, yang sebagian besar tidak bisa dibuktikan.

Uniknya, pihak kepolisian Nepal menyebut sudah berkonsultasi dengan psikiater. Hal itu berdasar apa yang benar-benar percaya pada teori agresi dan menunjukkan negara-negara lain juga telah melarang gim PUBG.

"Kami telah memutuskan untuk melarang permainan sebelum terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan di Nepal," kata Kepala Metropolitan Crime Division, Kepolisian Nepal, Dhijar Pratap Singh, saat itu.

Sumber: engadget.com

Lanjutkan Membaca ↓