Alasan Para Pengembang Lakukan Penetrasi ke Varian Battle Royale

Oleh Nurfahmi Budi pada 17 Mei 2019, 18:51 WIB
Fortnite Battle Royale, semakin populer setelah muncul versi android dan iOS

Bola.com, Jakarta - Dunia battle royale sedang mengalami bulan madu pada tiga bulan pertama tahun 2019. Tah heran jika para pengembang ramai-ramai melakukan penetrasi ke pangsa pasar yang sedang bergairah tersebut.

Satu di antara faktor utama yang membuat para pengembang dan distributor memberi atensi ekstra ke battle royale adalah pendapatan. Menurut riset lembaga survei, Sensor Tower, seperti dirilis The Verge, uang yang beredar menggapai angka 2 miliar dolar AS atau lebih dari Rp28 triliun.

Angka tersebut berupa akumulasi sepanjang dua tahun terakhir, terutama dari iOS dan Android. Fortnite bisa jadi sebuah fenomena, namun hal itu tak membuat mereka memimpin pasar sekarang.

Gim Knives Out, yang berasal dari publisher asal China, NetEase, sedang merangkak populer dan berhasil menjadi yang terbanyak mengumpulkan pendapatan. Total, sejak November 2017, mereka mampu mengoleksi 643 juta dolar AS atau lebih dari Rp10,7 triliun.

Namun, sekadar catatan, Fortnite tak ada di Google Play, karena sang pengembang, Epic Games, memilih launcher Andorid. Selain itu, Fortnite juga tak ada di China, sesuatu yang akan mereka buka pada medio tahun ini.

Hebatnya, performa Fortnite lebih baik dari jagoan asli China, PUBG Mobile. Andalan Tencent tersebut meraup pendapatan 439 juta dolar AS atau lebih dari Rp6,3 triliun. Setelah itu, berurutan Garena Free Fire di posisi ke-4 dan Rules of Survival di peringkat 5.

Seluruh pendapatan tersebut, seperti dari total, berasal dari performa tiga bulan pertama tahun 2019. Tak heran jika para pengembang dan distributor sudah meluncurkan seri update, dengan pembaruan di sisi ornamen, mulai dari senjata, skin, royale pass ataupun elite pass.

Sensor Tower memrediksi, gim battle royale bakal mendapatkan pemasukan sekitar 476 juta dolar AS atau sekitar Rp6,9 triliun pada 2019. Pada sisi ini, PUBG Mobile bakal mendapat jatah 31 persen (148 juta dolar AS). Artinya, seluruh angka tersebut menunjukkan proyeksi peningkatan 63 persen dari apa yang terjadi pada kuarter keempat tahun 2018.

"Kini, persaingan paling utama adalah menemukan formula yang tepat untuk meningkatkan cara monetisasi. Banyak celah yang bisa dimaksimalkan, dan kami yakin battle royale akan semakin atraktif sepanjang 2019," ucap Randy Nelson, dari Sensor Tower.