Apex Legends Siap Merambah Ranah Esports

Oleh Nurfahmi Budi pada 04 Nov 2019, 10:15 WIB
Apex Legends

Bola.com, Jakarta - Gim Apex Legends semakin populer. Fitur yang semakin bertambah, plus dimensi visual yang bagus, membuat nama Apex Legends terus menanjak. Catatan statistik dari sang pemilik, EA, saat ini sudah ada 70 juta pemain.

Angka tersebut menjadi rasional, karena pada bulan pertama sejak diperkenalkan ke publik, jumlah pengunduh Apex Legends mencapai 50 juta. Berlatar nama yang semakin populer, kini Apex Legends sudah bersiap 'naik kelas', yakni menuju ranah esports.

Selain jumlah gamer yang sebanding dengan kepopulera, beberapa tim esports raksasa di dunia sudah membentuk tim esports Apex Legends. IMC Grupo dan The Verge merilis nama-nama tim esports Apex Legends, seperti TSM, 100 Thieves, Gen.G, dan NRG. Hal lain yang mengagetkan adalah keputusan Team Liquid yang beralih dari Call of Duty ke Apex Legends.

Keputusan untuk pindah ke Apex Legends, menurut Team Liquid, disebakan tidak adanya kompetisi Call of Duty: Blackout yang digelar. Perlu diketahui, kebanyakan tim yang beralih ke Apex Legends memang berasal dari gim lain.

Sekadar informasi, pengembang Apex Legends pernah mengungkapkan rencana mendukung gim ini sebagai esports. Sayang, tidak banyak informasi detail terkait hal tersebut.

 

2 of 2

Belum Detil

Apex Legends
Apex Legends. (Doc: Digital Trends)

Meski belum detail, pertumbuhan Apex Legends sebagai gim yang masuk dalam kategori esports memang tidak dapat lepas dari peran pengembang dan kompetisi yang digelar. Alasannya seperti Fortnite, gim ini sebelumnya tidak memiliki pemain profesional, tapi dengan adanya kompetisi resmi, pemain pro untuk gim ini mulai bermunculan.

"Kami sangat terkesima dengan dukungan kalian dan tidak sabar ingin memperlihatkan apa yang kami persiapkan berikutnya," ujar pengembang Apex Legends.

Seperti diketahui, Apex Legends resmi diluncurkan EA pada 4 Februari 2019 untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Jika momentum ini terus bertahan, bisa jadi Apex Legends akan menjadi rival Fortnite.

Pencapaian ini menjadi kabar bagus bagi EA, karena penjualan mereka dari gim Battlefield V sebelumnya yang di luar ekspektasi. Sekadar diketahui, saham EA sempat merosot beberapa waktu lalu karena kehilangan target pendapat untuk kuartal tersebut.

Sumber : IMC Grup, Liputan6

Lanjutkan Membaca ↓