Ini Realisasi Fortnite Star Wars: The Rise of Skywalker

Oleh Nurfahmi Budi pada 28 Des 2019, 20:59 WIB
Diperbarui 28 Des 2019, 21:16 WIB
Fortnite

Bola.com, Jakarta - Fortnite terus melakukan ekspansi dengan menambah kerja sama bareng third party. Hal itu bertujuan meningkatkan variasi bagi para player, sehingga bisa menambah positif sisi pengalaman in-game.

Seperti biasanya, Fortnite kerap melakukan penambahan fitur dan atau skin dengan pihak lain guna memperkaya desain karakter dalam gim. Terbaru, gim ini kedatangan karakter dari film Star Wars.

Kali ini, ada tiga skin anyar yang datang, yakni Rey, Finn, dan Sith Trooper. Sebenarnya, tiga skin anyar ini hadir bersamaan dengan perilisan film Star Wars: The Rise of Skywalker.

Seluruh skin tersebut sudah dapat dibeli dari toko di Fortnite. Tidak hanya itu, pemain juga dapat membeli glider berdesain Tie Fighter dari First Order, emote Star Wars, hingga banner.

Seluruh skin Fortnite yang ada, dijual dengan harga 1.500 v-bucks atau sekitar 15 dolar AS (Rp 209 ribu). Sementara itu, untuk glider Tie Fighter dapat diperoleh dengan harga 1.200 v-bucks.

 

2 dari 2 halaman

Platform Android

Fortnite Battle Royale, semakin populer setelah muncul versi android dan iOS
Fortnite Battle Royale, cabang e-sports pertama yang dilirik pihak militer Amerika Serikat.

Kehadiran tiga skin anyar ini menambah konten crossover antara Fortnite dengan Star Wars. Sebelumnya, ada skin Stormtrooper yang rilis bersamaan dengan keluarnya gim Star Wars Jedi: Fallen Order.

Perlu diketahui, hubungan Epic Games sebagai pengembang Fortnite dengan Disney terbilang memang sudah terjalin cukup lama. Saat film Avengers rilis, ada sejumlah skin karakter yang dirilis. Selain itu, ada modus gim terbatas yang mengambil kisah dari Infinty War dan Endgame.

Pada sisi lain, berdasarkan laporan dari 9to5Google, Epic Games memutuskan untuk menyerah dan mengumumkan akan merilis Fortnite ke Play Store. Lewat keputusan tersebut, perusahaan berharap Google akan mempertimbangkan kebijakan pembagian keuntungan antar pengembang dan Google.

Raksasa mesin pencari itu memberikan tanggapannya terkait pernyataan Epic. "Android memberikan pilihan pengembang untuk mendistribusikan aplikasi dari toko pihak ketiga. Google Play memiliki model bisnis dan kebijakan billing yang memungkinkan kami berinvestasi di platform dan tool membantu pengembang membangun bisnis mereka, dan menjaga keamanan pengguna," tulis Google.

Disadur dari : Liputan6.com

Penulis / Editor : Mario Damar / Yuslianson

Lanjutkan Membaca ↓