Imbas Virus Corona, Acer Tunda Perhelatan Asia Pacific Predator League 2020

Oleh Nurfahmi Budi pada 07 Feb 2020, 23:23 WIB
Diperbarui 07 Feb 2020, 23:23 WIB
Predator League 2020

Bola.com, Jakarta - Perhelatan akbar Dota 2 dan PUBG, Asia Pacific Predator League 2020, tertunda. Efek terhadap kekhawatiran virus Corona membuat sang penyelenggara utama, Acer, memutuskan untuk mengundurkan jadwal.

Menurut pihak Acer, turnamen Asia Pacific Predator League 2020 kemungkinan besar akan berlangsung pada medio Juni atau Juli. Jika sesuai rencana, Asia Pacific Predator League 2020 akan berlangsung di Manila, Filipina, pada 19 - 23 Februari.

Acer menegaskan, panitia penyelenggara lebih mementingkan keselamatan dan kesehatan para pihak yang berhubungan dengan Asia Pacific Predator League 2020. Langkah tersebut sebagai antisipasi terhadap resiko kesehatan dan keselamatan para pemain, penonton, dan semua stakeholder.

Padahal, animo terhadap Asia Pacific Predator League 2020 di Manila tergolong besar. Panitia mengklaim, 20 ribu tiket telah terjual. Acer akan terus memantau segala kondisi yang berhubungan dengan beredarnya coronavirus. "Setelah itu, kami akan mengumumkan kembali kapan turnamen akan digelar setelah menentukan tanggal yang pasti," ucap pihak Acer.

Bagi Acer, ajang Asia Pacific Predator League 2020 menjadi pembuktian terhadap janji berpartisipasi aktif terhadap event esports, terutama di pentas internasional. Acer juga telah menjadi penggagas Asia Pacific Predator League selama dua tahun terakhir.

 

2 dari 2 halaman

Pelopor di Asia

Predator League
Ajang Predator League 2020, yang berlangsung akhir pekan lalu, menelurkan Victim Rise dan BOOM Esports sebagai wakil Indonesia ke pentas Asia Pasifik. (FOTO / Acer)

Sebagai hasil dari upaya tersebut, telah terjadi peningkatan yang substansial di seluruh segmen game di wilayah Asia Pasifik selama 2019. Satu di antaranya ada pertumbuhan tahunan sebesar 239 persen di Filipina, 154 persen di Vietnam, dan 77 persen di India.

Terkait lanjutan Asia Pacific Predator League 2020, Acer mengaku akan menyampaikan beberapa aturan baru turnamen yang mungkin muncul sebagai akibat dari perubahan jadwal. Beberapa item seperti informasi tentang penggunaan kembali dan atau penggantian tiket.

Sejak September hingga Desember 2018, Predator League 2019 berjalan di Asia Pasifik dalam dua fase. Pada tahun 2019, turnamen antar negara ini diikuti lebih dari 10 negara, mengumpulkan talenta terbaik dalam PUBG dan Dota 2.

Predator League juga menampilkan pertandingan offline dan online untuk mencari tim terbaik. Setelah kompetisi yang sengit, hadirlah juara dari Asia Pacific Predator League 2019. Juara bertahan dari PUBG adalah tim Afreeca Freecs dari Korea Selatan, dan juara dari Dota 2 adalah TNC Predator dari Filipina.

 

Lanjutkan Membaca ↓