Jokowi Tugaskan Menteri BUMN Dukung Penuh Rio Haryanto

Oleh Yus Mei Sawitri pada 13 Agu 2015, 18:35 WIB
Diperbarui 13 Agu 2015, 18:35 WIB
Rio Haryanto
Rio Haryanto (Bola.com/Yus Mei Sawitri)

Bola.com, Jakarta - Harapan pebalap Rio Haryanto  bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terealisasi. Dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8/2105), Jokowi secara khusus menugaskan Menteri BUMN untuk mendukung penuh Rio supaya bisa menjejak arena F1.

Rio datang ke Istana Negara didampingi kedua orangtuanya, Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati, serta Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Pertemuan itu juga melibatkan Direktur Utama PT Pertamina Dwi Sutjipto dan Menpora Iman Nahrawi. Pertemuan berlangsung tertutup. Rombongan Rio berada di dalam Istana sekitar 45 menit. 

“Saya sangat berterima kasih atas waktu yang diberikan Bapak Presiden. Pertemuannya berlangsung sangat positif. Bapak (Presiden) melihat ada prospek saya ke F1. Beliau mendukung saya supaya bisa ke F1,” kata Rio kepada wartawan, seusai bertemu Jokowi.

“Kami berharap juga kepada pihak lain untuk membantu mewujudkan ini, supaya ada pebalap Indonesia masuk ke F1. Ini akan jadi sejarah buat Indonesia,” imbuhnya.

Impian Rio menjejak F1 kian mendekati kenyataan. Jalan menuju balapan mobil paling bergengsi itu terbuka lebar setelah pria berusia 22 tahun itu tampil menawan di arena GP2. Tawaran bergabung dari tiga tim F1 pun sudah menghampiri.

Hanya, impian pebalap Campos Racing itu terhambat masalah pendanaan. Berlaga di F1 butuh biaya sangat tinggi. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu Rio mengaku sangat berharap bisa berjumpa Jokowi untuk mencari solusi pendanaan tersebut.

Rio mengatakan untuk bergabung ke tim F1 butuh modal 15 juta euro (Rp 230 miliar) hingga 20 juta euro (Rp 307 miliar). “Itu kontrak untuk tim F1 papan tengah dan papan atas,” ujar pengidola Ayrton Senna ini.

Rio Haryanto (dua dari kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Sutjipto (kiri), serta Menpora Imam Nahrawi (tiga dari kiri), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8/2015) (Bola.com/Yus Mei Sawitri)

Sementara itu, Dwi Sutjipto menyatakan selama ini Pertamina menjadi sponsor tunggal Rio. Namun jika nanti Rio promosi ke F1, biaya yang dibutuhkan sangat tinggi. Pertamina tak sanggup menanggung sendirian.

“Tadi Presiden mengarahkan agar Bu Menteri BUMN mendukung Rio supaya bisa ke F1. Bu Rini kan punya jaringan cukup banyak dengan pengusaha-pengusaha dan industri lain. Harapannya ada support dari mereka. Jika Ria bisa ke F1, aspek promosinya juga besar,” kata Dwi.

Tentang pihak-pihak yang akan digandeng untuk mensponsori Rio, Dwi mengaku belum tahu. “Itu nanti yang tahu Bu Menteri BUMN. Beliau yang diberi tugas oleh Presiden,” imbuh Dwi Sutjipto.

Sementara itu, Menpora juga berjanji ikut memikirkan solusi supaya tahun depan Rio bisa mencicipi arena F1. “Kami pikirkan juga. Tadi Presiden memberi amanat kepada BUMN agar bersama-sama cari solusi,” imbuhnya.

Setelah bertemu Presiden, Rio rencananya terbang ke Eropa, Jumat (14/8/2015), untuk memulai persiapan menjalani sisa balapan GP2. “Masih ada lima seri lagi. Saya akan berjuang agar terus mendapatkan poin. Mudah-mudahan bisa kembali mengumandangkan Indonesia Raya lagi seperti di GP Bahrain, Austria, dan Inggris," tutur Rio.

Baca Juga: 

Rio Haryanto Diincar Tiga Tim F1. Tim Apa Saja?

Butuh Dukungan Menuju F1, Rio Haryanto Ingin Bertemu Jokowi

Rio Haryanto Butuh Minimal 400 Miliar Rupiah untuk Berlaga di F1