Pendanaan Rio, FX Hadi Rudyatmo Desak Keseriusan Menteri BUMN

Oleh Ronald Seger Prabowo pada 09 Nov 2015, 22:01 WIB
Rio Haryanto

Bola.com, Solo - Pembalap GP 2 asal Indonesia, Rio Haryanto, membutuhkan dukungan pendanaan guna berlaga di ajang F1 bersama tim Manor Marussia, musim depan. Salah satu tokoh Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mendesak keseriusan Menteri BUMN Rini Soemarno menjalankan perintah Presiden Jokowi untuk mencari sumber pendanaan bagi Rio.

''Sebetulnya jika Menteri BUMN menjalankan perintah presiden untuk mencari sponsor, semua bisa teratasi. Untuk itu pemerintah harus betul-betul serius mengatasi problem ini. Jangan sampai pengalaman berharga ke ajang F1 gagal,'' ungkap pria yang akrab disapa Rudy itu, Senin (9/11/2015).

Pertengahan Agustus lalu, Rudy menggelar pertemuan dengan Jokowi, Rio Haryanto, dan kedua orang tuanya di Istana Negara. Mantan Wali Kota Surakarta itu juga mendampingi Rio saat bertemu Gubernur Basuki ''Ahok'' Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta. Rudy memang memiliki kedekatan dengan Rio karena sama-sama berasal dari Solo. 

Dalam pertemuan di Istana Negara, Presiden menginstruksikan Menteri BUMN untuk membantu pencarian dana untuk Rio, namun hingga kini belum ada kelanjutannya. Dana yang dibutuhkan Rio Haryanto untuk bergabung dengan Manor senilai Rp 225 miliar. Saat ini dia baru mengantongi sepertiganya, yang berasal dari Pertamina.   

Rudy pun menuntut komitmen pemerintah agar kesempatan Rio tampil di ajang F1 tersebut tak terbuang sia-sia.''Saya yakin 20 tahun lagi belum tentu Indonesia punya kesempatan emas ke ajang F1. Angka itu untuk ajang balapan elite dunia dan hanya diikuti 22 pembalap sangat kecil. Apalagi bendera Merah Putih selalu berkibar di sirkuit,'' ujar mantan anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI tersebut.

Fokus pembalap Indonesia, Rio Haryanto, terbelah jelang GP2 seri 10 di Sakhir International Circuit Bahrain , 19-21 November mendatang. Pembalap asal Solo itu juga dikejar deadline tim F1 Manor Marussia untuk penyetoran dana. Jika tak bisa penuhi pendanaan itu, Rio dipastikan gagal berlaga pada ajang balap paling elite di dunia.