3 Rencana Alternatif Rio Haryanto jika Gagal ke F1

Oleh Yus Mei Sawitri pada 10 Nov 2015, 19:20 WIB
Rio Haryanto

Bola.com, Jakarta - Pebalap GP2 asal Indonesia, Rio Haryanto, menyiapkan tiga rencana alternatif jika gagal bergabung dengan tim Formula 1 (F1) Manor Marussia pada musim depan. Namun, pria asal Solo tersebut masih berjuang semaksimal mungkin mencari dana yang bisa mengantarnya menuju pentas F1.

Saat dijumpai bola.com di kawasan Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (9/11/2015), Rio mengatakan pekan ini sang manajer Piers Hunnisett bakal bertemu bos Manor Marussia untuk membahas kemungkinan memperpanjang deadline penyetoran dana. Jika Manor menolak permintaan pihak Rio, kans tampil di F1 bisa melayang. Dari total dana Rp 225 miliar yang harus disetorkan ke Manor, Rio baru mengantongi sepertiganya.

Alhasil, Rio harus menyiapkan rencana cadangan jika negosiasi dengan Manor gagal. “Plan B saya menjadi pebalap reserve untuk tim F1. Tapi belum tahu apa nanti timnya. Kalau plan C ya tetap bertahan di GP2, tapi peluangnya sangat kecil karena saya sudah empat tahun di GP2,” ujar Rio.

“Harapan saya dapat menjajal tantangan baru. Jadi reserve driver F1, atau alternatif yang lain balapan Indy (Indycar). Saya masih melihat opsi-opsinya,” imbuh dia.

Rio Haryanto menegaskan prioritas utamanya tetap naik kelas ke ajang balap jet darat. Apalagi jalan ke sana sudah terbuka lewat tawaran dari Manor. Tapi lagi-lagi dana jadi kendala.

“Mudah-mudahan masuk ke F1. Ini momentum bagus buat saya tampil ke F1,” kata dia. 

Rio berharap segera mendapatkan sponsor yang bisa membantunya menggenapi dana yang bakal disetorkan ke Manor. Pengidola Ayrton Senna tersebut harus bergerak cepat karena ada tiga pebalap lain yang juga mengincar dua kursi kosong di Manor, yaitu Alexander Rossi, Will Stevens, dan Pascal Wehrlein. Rossi dan Steven merupakan pebalap Manor saat ini, sedangkan Wehrlein adalah juara DTM.

Dalam kesempatan tersebut Rio juga mengungkapkan harapannya supaya pemerintah mau membantunya tampil di F1. Apalagi keberadaannya juga untuk mengusung nama Indonesia.

“Harapannya pemerintah bisa melihat bahwa F1 itu kelas tertinggi di motorsport, seperti tim sepak bola masuk ke piala dunia. Semoga pemerintah bersedia membuka mata dan mewujudkan Indonesia go to F1," kata Rio Haryanto menutup pembicaraan.