[Wawancara ] Maldini Pali: Sekarang saya Fokus Kuliah

Oleh Juprianto Alexander Sianipar pada 09 Jun 2015, 14:43 WIB
Diperbarui 09 Jun 2015, 14:43 WIB
Maldini Pali
FOKUS - Maldini Pali fokus kuliah usai Indonesia disanksi FIFA. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Sama seperti kebanyakan pesepak bola muda lainnya, winger lincah PSM Makassar Maldini Pali juga sedang galau setelah Indonesia disanksi oleh FIFA. Pemuda yang namanya mulai dikenal pencinta sepak bola bersama Timnas Indonesia U-19 tidak memungkiri kecewa dengan adanya sanksi tersebut.

Meski begitu, pemuda kelahiran Mamuju, Sulawesi Barat, 20 tahun silam enggan berputus asa. Sebaliknya, Maldini mencoba tetap optimistis dengan kondisi sepak bola Indonesia yang  tidak menentu akibat konflik di tataran elit, dalam hal ini Kemenpora-PSSI.

Sejak Indonesia disanksi FIFA, Maldini mengaku fokus mengikuti kuliah dengan sistem online di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia mengambil jurusan Kepelatihan Olah raga dan sekarang sudah masuk semester kedua.

Berikut petikan wawancara Bola.com dengan winger masa depan Timnas Indonesia ini di sela-sela laga eksebisi pemain yang tampil di liga Indonesia di lapangan Timnas, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6) lalu :

Apa kesibukan Anda sekarang ?

Sekarang saya fokus kuliah setelah kompetisi dihentikan.

Berarti sekarang Anda tinggal di Yogyakarta?

Tidak, saya tetap tinggal di Makassar. Kuliahnya bisa menggunakan sistem online. Dosen kirim tugas ke saya lalu saya kerjakan di
Makassar.

Ada kesulitan dengan jurusan yang Anda ambil ini?

Bisa dibilang sulitnya waktu saat ujian saja. Kalau soal nilai (IPK) saya malah tidak tahu, silahkan ditanya langsung ke dosen saja he..he..he

Selain kuliah apa lagi kegiatan yang Anda lakukan selama kompetisi dihentikan?

Paling ikut tarkam, itu pun kalau ada. Untuk bayaran paling 200 ribu dalam satu kali main tapi tarkam itu juga tidak setiap minggu ada. Biasanya ikut tarkam bersama teman-teman saja.

Anda baru memulai karier di PSM namun kompetisi justru terhenti ? Ada perasaan kecewa?

Tentu kecewa karena kompetisi tiba-tiba dihentikan. Keinginan saya tentu kompetisi bisa berjalan lagi agar tetap bisa berprestasi.

Dukungan seperti apa yang diberikan orang tua dalam situasi seperti ini?

Mereka terus memberikan dukungan dalam situasi sekarang. Mereka juga katakan yang penting sekarang fokus belajar saja.

Masih tetap membantu orang tua dalam hal finansial meski kompetisi sedang rehat?

Ya, saya tetap membantu dan tetap kasih orang tua. Semuanya saya kasih, tidak ada yang beda. Biar orang tua saja yang mengatur. Tabungan sebenarnya juga masih ada tapi tentu sudah berkurang.

Apakah masih menjalin komunikasi dengan mantan rekan setim di Timnas Indonesia U-19? Apa tanggapan mereka soal sanksi ini?

Tanggapannya sama, semua kecewa dengan sanksi ini.

Ada keinginan bermain di luar negeri?

Sekarang bagaimana mau main ke luar negeri karena kompetisi juga dihentikan.  Efeknya sekarang tidak bisa dipantau sama klub luar juga

Baca Juga:

Aji Santoso Ubah Komposisi Lini Belakang Kontra Filipina?

Lonjakan Pesat Statistik Timnas U-23 di Dua Laga SEA Games

Ini Pemain Filipina yang Diwaspadai Garuda Muda