Melepas Trauma dari Thailand

Oleh Erwin Fitriansyah pada 13 Jun 2015, 07:00 WIB
Evan Dimas Darmono

Bola.com, Jakarta - Aji Santoso pernah mengalami salah satu hari terburuk dalam kariernya sebagai pelatih, ketika menangani timnas Indonesia pada laga terakhir di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014. Saat itu timnas kalah 0-10 dari Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Rabu 29 Februari 2012.

Kala itu, Aji menghadapi situasi yang sulit. Ia ditunjuk untuk menggantikan Wim Rijsbergen di kursi pelatih kala timnas tinggal menyisakan satu laga. Posisi Wim, pelatih asal Belanda, digeser jadi Direktur Teknik setelah gagal meraih poin dari Iran, Qatar, dan Bahrain yang jadi pesaing di grup E.

Skuad yang dimiliki Aji juga tak komplit karena kemelut dualisme organisasi. Akibatnya ia hanya bisa memakai tenaga pemain dari klub IPL yang bernaung di bawah PSSI. Sementara pemain dari klub ISL yang ada di bawah KPSI tak diperbolehkan klubnya untuk bergabung dengan timnas.

Aib itu hingga kini masih membekas. Hanya perlu pemicu buat menyemburkan hujatan ke Aji dan kembali mengungkit noda tersebut ke permukaan. Hal itulah yang terjadi kala timnas kalah 2-4 dari Myanmar di laga pembuka grup A SEA Games 2015 Singapura (2/6). Apalagi Aji sempat menyebut kondisi psikologis pemain sedikit banyak terpengaruh dengan keadaan PSSI yang berada dalam status dihukum skorsing oleh FIFA.

Namun timnas U-23 Indonesia akhirnya bisa melewati fase penyisihan grup A di SEA Games 2015 Singapura. Kepastian itu didapat setelah tim Merah Putih menang 1-0 atas tuan rumah Singapura pada laga terakhir di Stadion Jalan Besar, Kamis (11/6). Sebelumnya, Evan dkk. melumat Kamboja 6-1 dan unggul 2-0 atas Filipina.

Setelah kalah di laga pertama, perubahan besar dilakukan Aji. Pada laga kedua, tiga pemain sekaligus yang tadinya jadi starter dicadangkan. Keputusan itu tentu bukan tanpa pertimbangan atau sekedar coba-coba.

“Saya tak pernah menganakemaskan pemain, sekalipun ia adalah pemain yang punya kontribusi besar buat tim. Saya juga tak akan menggantungkan permainan pada satu, dua, atau tiga pemain saja karena sepak bola adalah permainan tim,” tegas Aji.

Tak heran kalau ia tak risau mencadangkan kapten Manahati Lestusen saat lawan Filipina. Pada laga itu, Evan yang menjadi sentral permainan dan mencetak dua gol juga ditarik keluar pada babak kedua.

***

Semasa bermain, Aji menempati posisi bek kiri. Ia adalah kapten timnas di era awal tahun 2000-an. Saat masih berumur 21 tahun, ia ikut menjadi anggota timnas yang meraih medali emas di SEA Games 1991 Manila. Prestasi yang hingga kini belum bisa terulang lagi.

Pria yang pernah bermain buat Arema, Persebaya, PSM dan Persema ini menjadi salah satu pemain berposisi bek kiri yang hingga kini sulit dicari gantinya. Kala memperkuat Arema yang memiliki stok pemain minim di awal 90-an, Aji bisa dan pernah bermain di semua posisi, kecuali kiper.

“Meski bermain sebagai bek, saya punya prinsip harus bisa berperan aktif membantu serangan. Saya harus bisa melewati lawan dengan melakukan kombinasi dengan kawan atau mengandalkan skill individu. Sayang, hal ini sekarang jarang terlihat dari bek sayap Indonesia,” keluh Aji dalam sebuah perbincangan di tahun 2011, ketika ia menjadi asisten pelatih Rahmad Darmawan di timnas SEA Games 2011.

Aji mengaku dirinya adalah penganut paham sepak bola menyerang. Kalau bisa malah bermain indah. Ia juga sadar rata-rata pemain Indonesia tak punya postur tinggi, sehingga memilih untuk memaksimalkan permainan bola-bola pendek menyusur tanah.

“Sederhana saja, postur pemain Indonesia tak terlalu tinggi tapi punya kelebihan dalam kecepatan. Itu saja yang kami maksimalkan,” ujar Aji yang dalam latihan selalu “memaksa” pemain untuk melepaskan bola menyusur tanah.

Soal permainan menyerang, hal tersebut dibuktikan ketika timnas meladeni Singapura di laga terakhir kedua tim yang berstatus hidup dan mati. Posisi Indonesia lebih diuntungkan karena hasil imbang saja sudah cukup untuk membawa timnas meraih tiket ke semifinal.

“Saya tak akan memberikan instruksi pemain untuk memakai strategi parkir bis. Kami tak akan main bertahan,” tutur Aji sebelum pertandingan.

Hasilnya, tim Merah Putih yang jadi pemenang lewat gol cantik Evan. Sepanjang duel, timnas bermain dingin meski berkali-kali lawan memeragakan permainan keras.

***

Perjuangan yang dilewati Aji dan pasukannya tak mudah. Mereka tak punya waktu berlebih untuk bersiap dan mendapatkan lawan uji coba. Sebelum berangkat, Aji kehilangan dua pemain penting, Alfin Tuasalamony dan Ferinando Pahabol.

Alfin mengalami kecelakaan dan kakinya patah. Sementara Ferinando diminta pulang ke Papua oleh Persipura yang meradang akibat gagal bermain di Piala AFC lawan Pahang FA. Namun lolosnya timnas ke semifinal merupakan bukti bahwa mereka telah cukup teruji.

Hanya saja, hal itu belum menjadi prestasi. Lantaran di semifinal sudah menunggu lawan berat, yaitu Thailand yang merupakan juara bertahan. Juara grup B itu tampil sempurna dengan menyapu lima kemenangan di babak penyisihan grup. Tim Gajah Putih melesakkan 16 gol dan hanya kebobolan satu gol dari Vietnam.

Meski berat, peluang untuk menang tetap ada. Namun perlu lebih dari sekedar kerja keras untuk menggapai kemenangan. Apalagi awak timnas hanya punya satu hari buat recovery.

“Thailand adalah tim terkuat diantara tim lain. Tapi saya percaya tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. Kami bisa menang asal tampil maksimal,” ucap Aji.

Rasa penasaran menyelimuti Aji. Dua tahun lalu di SEA Games 2013 Myanmar, timnas yang dilatihnya takluk dua kali di babak penyisihan (1-4) dan final (0-1). Begitu juga di Asian Games, timnas kalah 0-6. Tiga kekalahan di pertemuan terakhir lawan Thailand semoga tak membuat timnas merasakan trauma.

Saat mengawali laga pembuka, air mata Adam Alis dan Evan Dimas sudah tumpah. Entah karena terharu karena mereka tampil di ajang SEA Games pertamanya. Atau karena mereka memikirkan masa depan yang tak menentu setelah pulang dari SEA Games, lantaran Indonesia diskorsing FIFA dan kompetisi berhenti.

Air mata itu sangat mungkin akan tumpah lagi di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (13/6). Semoga air mata bahagia yang akan jatuh lantaran timnas U-23 menang atas Thailand dan lolos ke laga final SEA Games 2015 Singapura. @erwinfitri

Baca Juga:

Timnas U-23 Diminta Segera Melupakan Kemenangan Lawan Singapura

Bungkam Singapura, Timnas U-23 Tembus Semifinal SEA Games 2015

Statistik Kemenangan Indonesia U-23 Atas Singapura

Wajah Tegang Pemain Timnas Indonesia U-22 di Piala AFF 2019

Tutup Video