Setelah Evan Dimas, Giliran Muchlis dan Maldini Diancam PSM

Oleh Abdi Satria pada 06 Jan 2016, 13:30 WIB
Diperbarui 06 Jan 2016, 13:30 WIB
Muchlis Hadi
Muchlis Hadi Ning Syaifullah saat memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2015. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Makassar - Turnamen antarkampung yang digelar di beberapa kota memang cukup menggiurkan pemain saat tak ada kompetisi. Tak terkecuali eks pemain Timnas U-19. Namun, ada banyak risiko yang harus mereka terima bila bermain tarkam.

Setelah Evan Dimas diancam oleh pihak Nine Sport dan La Liga akibat main tarkam di Aceh dan belum memberi jawaban soal keberangkatan ke Spanyol, giliran Maldini Pali dan Muchlis Hadi Ning Syaifullah membuat PSM Makassar gerah.

Manajemen PSM kesal mendengar Muchlis dan Maldini bakal tampil di Piala Gubernur Jambi yang dimulai Kamis (7/1/2016). Mereka memperkuat PS Bungo. Ramli Manong, media officer PSM menegaskan, manajemen akan memberi sanksi kepada Muchlis dan Maldini yang terikat kontrak di Tim Juku Eja sampai 2017.

"Ini persoalan etika. Mereka masih berstatus pemain PSM Makassar. Jadi, seharusnya mereka menghubungi manajemen kalau ingin memperkuat klub lain. Meski kompetisi ISL belum jelas, tapi mereka harus menghormati klub yang mengontrak," ujar Ramli kepada bola.com.

Ramli menambahkan, pihaknya tidak habis pikir dengan sikap kedua pemainnya itu. "Pemain yang sudah putus kontrak dengan PSM saja masih menjalin komunikasi dengan kami kalau ingin memperkuat klub lain. Muchlis dan Maldini malah tidak ada komunikasi sama sekali," jelas Ramli.

Sebelumnya, Ketua Askab PSSI Bungo, Ahmad Fauzan merilis pernyataan pihaknya mengontrak Maldini dan Muchlis untuk membela PS Bungo di Piala Gubernur Jambi. Selain keduanya, Fauzan juga mendatangkan Paulo Sitanggang.

"Kehadiran ketiga pemain eks timnas U-19 ini diharapkan membangkitkan gairah sepak bola di Bungo," jelas Fauzan.

Turnamen tarkam di Indonesia sejak medio 2015 hingga awal Januari 2016 memang menggila. Para penggiat sepak bola di daerah-daerah memanfaatkan kekosongan kompetisi untuk mendatangkan pemain top, termasuk eks Timnas U-19 yang sudah populer di daerah. 

Sayangnya, tarkam seolah membuat para pemain muda itu lupa. Mereka yang sudah tidak terikat kontrak dengan klub justru tidak mengikuti jejak rekan-rekan senior yang mencari masa depan lebih baik dengan mengikuti trial di klub Malaysia atau Myanmar.