Live: 5 Alasan Makan Konate Bahagia di T-Team dan Lupakan Persib

Oleh Juprianto Alexander Sianipar pada 27 Jan 2016, 17:00 WIB
Diperbarui 27 Jan 2016, 17:00 WIB
Makan Konate
Makan Konate, kini menikmati hari-hari bersama klub baru, T-Team Malaysia. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Bola.com, Kuala Terengganu - Saat mendatangi markas klub Malaysia, T-Team di Kuala Terengganu, bola.com menyempatkan diri untuk berbincang dengan gelandang serang asal Mali, Makan Konate. Benarkah ia sudah melupakan Persib Bandung, klub yang ia bela dua musim terakhir?

Pemain asing asal Mali, Makan Konate sudah bisa beradaptasi dengan baik bersama klub barunya, PBDKT T-Team dan lingkungan barunya di Kuala Terengganu, kota bernuansa muslim yang kental di Negeri Jiran.

Mantan bintang Persib Bandung ini mulai betah tinggal di Malaysia setelah beradaptasi selama dua bulan. Pemain yang dikenal taat beribadah ini pun sudah mulai bisa melupakan Persib Bandung, klub yang ia antarkan meraih gelar ISL 2014 dan Piala Presiden 2015.

"Saya merasa baik di sini dan mulai merasakan nyaman. Di sini kota kecil tapi menyenangkan," kata Makan Konate saat ditanya bola.com soal kesannya tentang suasana di Kuala Terengganu pada Selasa (26/1/2016) malam.

Pemain kelahiran 10 November 1991 tersebut menyampaikan lima alasan kenapa dirinya merasa nyaman bermain T-Team:

1. Faktor Rahmad Darmawan

Kehadiran salah satu pelatih top di Indonesia itu membuat Konate lebih mudah beradaptasi dengan pemain lain dan juga gaya bermain T-Team. Konate juga menjadi pemain andalan di skuat T-Team meski baru bergabung jelang bergulirnya kompetisi Malaysia Super League dan Malaysia Premier League musim ini.

"Saya senang dilatih oleh coach Rahmad. Dia pelatih yang kaya dengan strategi dan tahu bagaimana melakukan variasi strategi dalam setiap pertandingan," kata Konate memuji.

2. Keberadaan Abdoulaye Maiga

Selain mantan rekan setimnya di Barito Putera, Coulibaly Djibril, bek tengah senegara Abdoulaye Maiga juga merupakan sahabat dekat Konate. Maiga dan Konate juga sudah berteman sejak kanak-kanak. Persahabatan keduanya dimulai di Mali dan kini sudah berjalan selama 15 tahun.

Maka wajar jika keduanya begitu kompak di dalam dan di luar lapangan. Mulai dari mengisi waktu luang hingga jalan-jalan pergi dengan pergi ke mal.

Tak hanya sampai di situ saja, dalam waktu dekat Konate juga akan menikahi adik Maiga, yakni Azalia. "Kami berdua sudah seperti saudara karena sudah bersama dalam waktu lama. Saya juga sudah bertunangan dengan adik Maiga dan Insya Allah dalam waktu dekat akan menikah," kata Makan Konate membuka rahasia.

Pelatih T-Team, Rahmad Darmawan, dan para pemainnya yang pernah bermain di ISL seperti Makan Konate, Abdoulaye Maiga, dan Rohit Chand, saat makan malam bersama pemain T-Team lainnya, Senin (25/1/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

3. Fasilitas Rumah

Saat di Persib, Konate disewakan apartemen oleh manajemen tim. Namun, bersama T-Team, ia diberikan fasilitas berupa rumah dan juga mobil buatan Malaysia, Proton.

Tinggal di rumah diakui Konate jauh lebih menyenangkan ketimbang tinggal di apartemen. Salah satu alasannya karena pemain yang mulai dikenal publik di Tanah Air saat membela PSPS Pekanbaru bisa lebih tenang.

Secara jujur, Konate mengaku tidak terlalu senang dengan keramaian. "Kalau di apartemen lebih berisik, berbeda dengan di rumah. Di rumah, saya juga sering memasak bersama Maiga. Biasanya, kami masak makanan khas Mali," ucapnya.

4. Mulai Jadi Idola di T-Team

Meski kompetisi resmi belum dimulai, Konate mulai jadi pujaan pencinta sepak bola di Kuala Terengganu. Hal itu tidak lepas dari penampilan apik sepanjang pramusim The Titans. Ia jadi top scorer klub dengan torehan tujuh gol.

Gol Konate yang paling diingat suporter dan juga membuat pihak T-Team terkesan yakni gol yang dicetaknya ke gawang Sime Darby. Salah satu gol yang dicetak pemain yang mengawali karier profesional bersama Stade Malien itu tercipta setelah melewati empat orang pemain sekaligus.

"Itu gol terbaik yang dicetak Konate semasa uji coba. Ia berhasil mengelabui empat pemain lawan untuk mencetak gol ke gawang Sime Darby," ucap Mark Safee, media officer T-Team.

5. Dapat Gaji Wah

Manajemen T-Team memang berani membayar mahal untuk mendatangkan pemain kelahiran Bamako, 24 tahun silam ini. Dari informasi yang didapat bola.com, Konate mendapatkan kontrak yang nilainya lebih dari Rp 2 miliar dalam satu musim.

Jika melihat tren yang ada, kontrak Konate bisa meningkat signifikan jika memperlihatkan performa yang mengesankan. Hal itu pula yang terjadi pada Gustavo Lopez (Terengganu FA) dan Andik Vermansah (Selangor FA), yang baru saja memperpanjang masa bakti mereka.

Kontrak baru Gustavo kabarnya mencapai Rp 4 miliar semusim sedangkan Andik mendapatkan lebih dari Rp 3 miliar di Liga Malaysia. "Saya tahu kontrak di sini bisa sangat besar. Saya tidak terlalu memikirkan ke arah sana fokus untuk memberikan yang terbaik lebih dahulu untuk T-Team," Konate menuturkan.

Ikuti liputan langsung bola.com menjelajahi Malaysia untuk memantau kiprah pesepak bola dan pelatih asal Indonesia.

 

Highlights Pertandingan Terakhir Babak Grup Piala Menpora 2021