Tinggalkan PSMS, PS TNI Bersiap Gandeng Persiram

Oleh Ario YosiaRiskha Prasetya pada 06 Mar 2016, 11:00 WIB
Diperbarui 30 Apr 2016, 15:50 WIB
PS TNI

Bola.com, Balikpapan - Kerja sama antara PS TNI dengan PSMS Medan agaknya akan segera berakhir. Pengelola tim amatir yang disokong kesatuan TNI AD tersebut berencana membeli lisensi klub asal Papua, Persiram Raja Ampat. Lisensi tersebut bakal dipakai buat tampil di kompetisi kasta elite, Indonesia Super Championship (ISC) A 2016.

Pilihan tersebut diambil pengelola PS TNI karena belakangan hubungan dengan manajemen PSMS tidak lagi harmonis. Ada beberapa hal prinsipil yang membuat petinggi TNI emoh melanjutkan kerja sama dengan Tim Ayam Kinantan.

Salah satunya tranparansi keuangan. Petinggi PS TNI merasa pengurus PSMS kurang profesional mengelola uang anggaran pembinaan klub.

Apalagi suporter PSMS saat ini amat resistens terhadap penggunaan nama PS TNI di berbagai turnamen bergengsi yang diikuti tim amatir tersebut. Pendukung Ayam Kinantan beranggapan semestinya PS TNI memakai nama klub kesayangan mereka, karena mulai memberdayakan pemain serta ofisial PSMS.

Sebulan belakangan tagar #savePSMS bergema di jejaring Facebook dan Twitter. Kehadiran Pangkostrad TNI, Letjen Edy Rahmayadi, sebagai Pembina PSMS membuat situasi menjadi serba kabur.

Di masa kepemimpinan Edy, para pemain PSMS diminta aktif berdinas di TNI AD. Ia juga mendatangkan sejumlah pemain top jebolan Timnas Indonesia U-23 dan U-19 macam Manahati Lestusen, Dimas Drajat, Wawan Febriyanto, Ahmad Noviandi, dan Abduh Lestaluhu, dalam skuat Ayam Kinantan. Para pemain tersebut dijadikan prajurit aktif.

Belakangan muncul pertanyaan pemain-pemain tersebut binaan PSMS atau PS TNI. Pendukung PSMS merasa sakit hati saat para pemain PSMS yang berlaga di Piala Jenderal Sudirman diklaim hasil binaan TNI.

Hubungan yang awalnya mesra belakangan mulai panas. Petinggi TNI yang punya ambisi besar menjadikan PS TNI klub profesional mulai berfikir mencari klub lain untuk diajak bekerja sama. Posisi PSMS yang berstatus klub Divisi Utama terasa tak menguntungkan. PS TNI diharapkan berkiprah di kompetisi kasta elite.

Peluang berlaga di ISC A terbuka saat pengurus Persiram Raja Ampat menawarkan ke pengelola PS TNI untuk membeli lisensi klub mereka.

Persiram kembang kempis pendanaan. Mereka tak ambil bagian di berbagai turnamen saat masa vakum kompetisi Indonesia Super League 2015. "Karena target kami ingin PS TNI tampil di kompetisi kasta tertinggi, kerja sama dengan Persiram memungkinkan mewujudkan hal tersebut," tutur Amin Harahap, manajer PS TNI saat dijumpai di Balikpapan.

PS TNI akan melakukan follow-up rencana membeli lisensi Persiram seusai tampil di Piala Gubernur Kaltim. Jika proses take over mulus, mereka mengikuti jejak Madura United, yang pada awal bulan Februari 2015 membeli hak pengelolaan Persipasi Bandung Raya (PBR).

Buat PS TNI mereka tak lagi dicap klub abal-abal berlaga di Indonesia Super Championship. Tim asuhan Eddy Syahputera dianggap bukan klub baru, karena membeli hak pengelolaan dan ikut kompetisi dari Persiram. "Kami ingin serius menjadikan PS TNI klub proyek percontohan di pentas kompetisi profesional. Bukan sesuatu hal yang baru kesatuan militer tampil di kompetisi level klub. Thailand, Malaysia, dan Singapura sudah melakukan sejak lama," ujar Amin Harahap.