Yericho Cristiantoko, Asa Lulusan SAD Uruguay Bangkit dari Cedera

Oleh Iwan Setiawan pada 07 Mar 2016, 13:30 WIB
Diperbarui 07 Mar 2016, 13:30 WIB
Yericho Cristiantoko
Yericho Cristiantoko ingin bangkit layaknya alumnis SAD lainnya, setelah dihantam cedera lutut. (Bola.com/Iwan Setiawan)"

Bola.com, Malang - Satu per satu pemain jebolan SAD Uruguay mulai unjuk gigi pada tahun ini. Yang paling fenomenal tentu bek Mitra Kukar, Rudolof Yanto Basna, yang terpilih jadi pemain terbaik Piala Jenderal Sudirman (PJS). Tetapi, tidak semua alumni SAD itu meraih kesuksesan. Tidak sedikit juga yang kariernya runtuh lantaran gagal di klub profesional Indonesia. Salah satu yang kurang beruntung itu adalah Yericho Cristiantoko.

Pemain 24 tahun yang biasa beroperasi sebagai bek kiri tersebut sekarang berlatih bersama klub amatir di Malang Kota, NZR. "Dua bulan ini saya ikut latihan karena setahun kemarin sempat istirahat setelah operasi lutut," kata Jerry, sapaan akrab Yericho.

Pemain kidal ini pernah digadang-gadang jadi Aji Santoso baru dari Malang, karena sejak usia 15 tahun dia memperkuat timnas kelompok usia. Tahun 2008-2011 dia digembleng di Uruguay bersama SAD. Berikutnya 2011-2013 dia ke CS Vise Belgia untuk melanjutkan karier.

Namun, begitu kembali ke Indonesia bersama Arema Cronus, Jerry hanya bertahan satu musim saja, yakni pada 2013. Tahun berikutnya dia dipinjamkan ke klub Divisi Utama, Persekam Metro FC. Pada 2015 Jerry sempat memperkuat PSBK Blitar di kasta kedua kompetisi Tanah Air. Hanya, asanya bermain kandas sempat kompetisi Divisi Utama batal digulirkan.

Banyak yang menilai karier Jerry meredup ketika bergabung di Arema lantaran  mengalami cedera lutut kiri. Sebenarnya saran untuk menjalani operasi sudah diberikan oleh tim medis waktu itu. Tetapi, dia bersikukuh ingin sembuh tanpa naik meja operasi.

Apa mau dikata, penyembuhan cederanya tidak maksimal sehingga performanya tak kunjung membaik saat bermain di Divisi Utama. Itulah mengapa akhirnya Jerry bersedia naik meja operasi agar lututnya sembuh total.

"Sekarang sudah pulih 100 persen, dan saya terinspirasi teman-teman alumni SAD yang sekarang jadi pemain inti di klub besar. Padahal di Uruguay, Yanto, Septian David Maulana, Yogi Rahadian dan beberapa lagi yang lainnya adalah adik tingkat saya," kenangnya.

Kini, Jerry berharap kompetisi segera diputar lagi sehingga dia bisa mencari klub profesional lagi untuk membangun kariernya yang sempat runtuh. "Saya yakin bisa bangkit. Tapi, selama belum ada kompetisi, ya aktivtas saya hanya bermain tarkam saja," ungkapnya.