Rumor Panas Maldini Pali dan Muchlis Hadi Tinggalkan PSM

Oleh Abdi Satria pada 14 Apr 2016, 14:21 WIB
Diperbarui 14 Apr 2016, 14:21 WIB
PSM Makassar
Pemain PSM Makassar, Maldini Pali, saat latihan di Jakarta, Jumat (8/4/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta Dua eks pilar timnas U-19, Maldini Pali dan Muchlis Hadi Ning Syaifullo dikabarkan berniat hengkang dari PSM Makassar meski masih terikat kontrak sampai 2017. Isu yang berkembang hak mereka berupa uang muka kontrak dengan manajemen PSM sampai sekarang belum terbayar.

Bisa jadi kondisi ini membuat keduanya tidak fokus lagi dengan PSM. Situasi ini makin terlihat jelas saat keduanya kembali bergabung di PSM usai memperkuat PS Polri di Piala Bhayangkara. Terutama Maldini yang sempat beradu mulut dengan gelandang asal Brasil Alex Silva pada latihan PSM jelang Trofeo Persija.  

Sepulang dari Jakarta, Maldini pun tidak diikutkan dalam gim internal, Rabu (13/4/2016), karena pelatih Luciano Leandro menilainya ogah-ogahan.

Dikonfirmasi, Luciano enggan buka-bukaan soal nasib kedua pemainnya itu. Pelatih asal Brasil ini mengaku sudah berbicara langsung dengan Maldini dan Muchlis secara personal.

"Tidak etis kalau saya ungkap. Yang pasti, keduanya bilang, mereka tidak ada masalah dengan saya," ungkap Luciano kepada bola.com, Kamis (14/4/2016).

Luciano berjanji akan membicarakan masalah kedua pemainnya itu kepada manajemen. "Kalau saya memilih realistis saja. Tidak mungkin saya memaksa pemain yang hati dan pikirannya tidak di PSM," katanya.

Sementara itu, Sumirlan, Direktur PSM mengungkapkan manajemen juga sudah memanggil keduanya. Sumirlan masih berpikir positif dan menganggap hanya ada masalah komunikasi saja.

"Saya juga baru tahu masalahnya. Saya akan selesaikan secepatnya," tegas Sumirlan yang memegang kendali tim jelang ISL 2015.

Maldini dan Muchlis sendiri terikat kontrak dengan PSM pada 2013. Belum lama ini, keduanya memperkuat PS Polri dalam ajang Torabika Bhayangkara Cup 2016. Terkait keinginan keduanya pindah ke klub lain, Sumirlan menegaskan manajemen tetap mempertahankan pemainnya tersebut.

"Mereka harus menghormati kontrak yang berlaku dengan PSM Makassar. Sebagai pemain mereka juga harus berjuang keras dalam latihan agar bisa mendapat tempat di tim utama," tutup Sumirlan.