Legenda PSM Beri Penilaian kepada Maldini Pali dan Muchlis Hadi

Oleh Abdi Satria pada 27 Mei 2016, 15:24 WIB
Diperbarui 27 Mei 2016, 15:24 WIB
Maldini Pali
Maldini Pali saat membela PSM Makassar pada Trofeo Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Makassar - Dua eks timnas U-19, Maldini Pali dan Muchlis Hadi Ning Staifullah mendapat kesempatan tampil saat PSM Makassar menjamu Barito Putera di Stadio Andi Mattalatta Mattoangin, Sabtu (21/8).

Tanpa tanggung-tanggung, pelatih sementara PSM, Budiarjo Thalib, memainkan keduanya jadi starter PSM. Ini kali pertama buat Maldini dan Muchlis tampil sejak awal pada laga resmi secara bersamaan.

Sebelumnya kedua pemain muda ini lebih banyak jadi penghias bangku cadangan saat Juku Eja dibesut Alfredi Riedl, Hans Peter Schaller, Assegaf Razak, Liestiadi, dan terakhir Luciano Leandro.

Keputusan memainkan keduanya jadi starter juga tak lepas dari permintaan suporter ke manajemen baik secara langsung di pinggir lapangan atau via media sosial.

Sayang, meski PSM menang 1-0 atas Barito Putera, aksi keduanya dinilai belum optimal untuk mengangkat kemampuan tim. Buktinya, Maldini Pali ditarik keluar pada awal babak kedua digantikan oleh Basri Lohy. Tidak lama kemudian, giliran Muchlis meninggalkan lapangan dan diganti oleh Rasyid Bakri.

Mantan stoper PSM, Alibaba menilai Maldini dan Muchlis harus bekerja keras dalam latihan untuk kembali jadi starter. "Keduanya juga harus intropeksi, kalau seorang pemain ditarik keluar bukan karena cedera atau kartu merah, berarti pelatih menilai dia tidak tampil maksimal di lapangan," tegas Alibaba yang membawa PSM juara Liga Indonesia 1999/2000 ini kepada bola.com, Jumat (27/5/2016).

Menurut pria bergelar Doktor ilmu manajemen ini, tidak mudah untuk menjadi starter di PSM. "Partai melawan Barito Putera bisa jadi pengalaman berharga buat keduanya untuk bisa lebih baik pada pertandingan selanjutnya," ujarnya.

Dulu, lanjut Alibaba, pemain di PSM berjuang keras jadi starter dan mati-matian mempertahankan status itu dengan tampil maksimal di lapangan.

"Saya menilai keduanya memang butuh jam terbang. Tapi, bukan jadi starter di PSM," ungkap Alibaba yang juga dosen pada sejumlah perguruan tinggi di Makassar ini.

Hal senada dikatakan Tony Ho yang juga pernah bermain di PSM. Mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Pusamania Borneo FC ini menyayangkan Maldini dan Muchlis tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pelatih.

"Keduanya wajar diganti oleh pelatih. Saya melihat keduanya memang tidak maksimal. Tapi, mereka masih muda. Saya berharap mereka tidak patah semangat di PSM," ujar Tony.