Ini Kriteria Calon Ketua Umum PSSI versi Bonek

Oleh Zaidan Nazarul pada 22 Agu 2016, 11:00 WIB
Diperbarui 22 Agu 2016, 11:00 WIB
Bonek

Bola.com, Surabaya - Pada 17 Oktober 2016, PSSI bakal melakukan pemilihan Komite Eksekutif termasuk ketua umum PSSI. Para pemangku kepentingan sepak bola Indonesia berharap, sosok pemimpin federasi sepak bola Indonesia yang baru itu sesuai dengan kriteria mereka, tidak terkecuali Bonek Mania.

Suporter fanatik Persebaya itu lantas mengungkapkan beberapa kriteria calon ketum PSSI yang ideal menurut mereka. "Kalau kami jelas, seorang ketum PSSI harus gibol, tegas, punya pengalaman memimpin organisasi, memiliki jaringan luas, adil, dan tidak punya tarikan kepentingan, serta aspiratif," ujar Saputra alias Pokemon, dedengkot Bonek.

Tidak kalah penting, seorang calon ketum PSSI harus punya komitmen besar untuk memajukan sepak bola Indonesia dan memberantas mafia sepak bola. Baginya hal ini sangat penting mengingat bertahun-tahun lamanya sepak bola Indonesia dikenal dengan mafianya.

"Baik pengaturan skor maupun main sabun. Hal ini menjadi pekerjaan yang harus di kedepankan oleh Ketum PSSI yang baru," ungkap Saputra.

Tidak berbeda dengan Saputra, dedengkot Bonek lainnya, Andie Peci menyatakan sosok calon ketum PSSI harus diisi orang yang memiliki kredibilitas tinggi, jaringan luas, mampu mencari dana untuk memutar roda organisasi, dan menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Ia juga meminta calon ketum PSSI benar-benar menjunjung tinggi semangat fairplay dan sportivitas yang menjadi napas dari olahraga, khususnya sepak bola.

"Jangan sampai ada kasus pengaturan skor, pengaturan juara dan klub yang harus didegradasi, perlakuan berbeda antara satu klub dengan lainnya. Karena itu, calon ketum PSSI harus tanggap terhadap segala persoalan yang terjadi di sepak bola Indonesia," ujar Andie.

Andie yakin PSSI dan sepakbola Indonesia akan mengalami kemajuan pesat jika ditangani oleh orang semodel ini. Jika kriteria-kriteria tersebut tidak dimiliki calon ketum PSSI yang baru, ia yakin masalah-masalah yang sudah pernah terjadi akan terulang.

Bagi Andi Peci, tidak ada gunanya dilakukan pemilihan Ketum baru PSSI jika para calon Ketum PSSI anyar tidak memiliki semua kriteria tersebut, karena tantangan ke depan akan jauh lebih berat dibanding saat ini.

 

Bima Sakti Jelaskan Latihan Timnas Indonesia U-16 yang Berbeda di Tengah Pandemi COVID-19