Sukses Boaz Solossa Menduplikasi Gaya Steven Gerrard

Oleh Ario Yosia pada 05 Des 2016, 10:45 WIB
Diperbarui 05 Des 2016, 10:45 WIB
Boaz Solossa
Ekspresi pemain Indonesia, Boaz Solossa, setelah mencetak gol ke gawang Vietnam dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Kapten Timnas Indonesia , Boaz Solossa dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Namun, ia punya cara ampuh untuk mendongkrak semangat rekan-rekannya di lapangan. Aksinya bak mantan kapten Timnas Inggris dan Liverpool, Steven Gerrrard, yang baru memutuskan gantung sepatu.

Saat timnya ketinggalan atau butuh kemenangan Steven Gerrard kerap melakukan aksi mengangkat kedua tangannya seraya berteriak, memberi instruksi kepada pemain lain untuk bangkit. Ia juga menepukkan tangan sebagai kode.

Aksi sang gelandang tengah sempat terekam kamera televisi saat final Liga Champions 2005 yang mempertemukan Liverpool kontra AC Milan. Pada paruh pertama pertandingan The Reds dalam posisi tertinggal 0-3.

Seakan terbakar semangat sang kapten para pemain Liverpool bermain menggila pada babak kedua untuk menyamakan kedudukan serta kemudian memenangi pertandingan lewat adu penalti.

Aksi serupa dilakukan Boaz Solossa di sepanjang Piala AFF 2016. Terakhir, saat Tim Merah-Putih menjamu Vietnam pada leg pertama semifinal di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/12/2016). Saat itu, Timnas Indonesia yang sempat unggul 1-0 lewat gol Hansamu Yama dibuat kecewa dengan penalti kontroversial yang membuat skor menjadi imbang 1-1.

"Adrenalin kami seakan kembali terpacu setelah Kaka Boaz memberi semangat untuk bangkit," ungkap Andik Vermansah, gelandang sayap Timnas Indonesia.

Hasilnya tokcer, seusai gawang dijebol Vietnam tim asuhan Alfred Riedl kembali fokus menjalani pertandingan, dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 2-1 lewat gol penalti yang dicepat sang kapten. 

Bukan kali pertama Boaz beraksi mengangkat-angkat dan bertepuk tangannya saat Timnas Indonesia dalam posisi kurang menguntungkan. Ia melakukannya sepanjang fase penyisihan striker asal Persipura Jayapura tersebut

Dampak nyatanya berasa, Timnas Indonesia selalu mencetak gol di babak penyisihan Grup A. Saat berjumpa Thailand Stefano Lilipaly dkk. mencetak dua gol (skor akhir 2-4), dua gol saat melawan Filipina (2-2), dan dua gol lain ke gawang Singapura (2-1).

"Sejak awal Coach Alfred yakin pada pilihannya menetapkan Boaz Solossa sebagai kapten Timnas Indonesia. Ia pemain yang punya mentalitas pemenang yang dibutuhkan tim yang dihuni banyak pemain muda. Coach Alfred melihat sendiri bagaimana Boaz memimpin anak-anak muda Persipura," ujar Wolfgang Pikal, asisten pelatih Timnas Indonesia.

Tak hanya sukses sebagai pemimpin, Boaz Solossa kini mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di Tim Merah-Putih dengan koleksi tiga gol. Jika dihitung dengan empat laga uji coba pemain berusia 30 tahun tersebut sudah menyumbang enam gol buat Timnas Indonesia.

Besar harapan saat Timnas Indonesia melakoni semifinal leg kedua melawan Vietnam pada Rabu (7/12/2016) di Stadion My Dihn, Hanoi, Boaz Solossa dkk. bisa kembali menularkan mentalitas positif bagi penggawa Garuda.