Perjuangan Timnas Diapresiasi, Saatnya Fokus ke SEA Games 2017

Oleh Ronald Seger Prabowo pada 18 Des 2016, 16:45 WIB
Diperbarui 18 Des 2016, 16:45 WIB

Bola.com, Semarang - Timnas Indonesia gagal meraih gelar juara Piala AFF 2016. Skuat Garuda kalah agregat 2-3 dari Thailand dalam laga final yang leg keduanya digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016). Meski begitu, perjuangan Boaz Solossa dkk. tetap mendapat apresiasi dari banyak kalangan termasuk anggota Komite Eksekutif PSSI, Yoyok Sukawi dan Johar Lin Eng.

"Prestasi itu sudah membanggakan di tengah permasalahan sepak bola nasional yang menghinggapi saat persiapan. Permainan timnas juga impresif meski kalah dari Thailand karena dari sisi permainan dan persiapan tim lawan memang lebih unggul," tegas Yoyok kepada Bola.com, Minggu (18/12/2016).

Sejak awal, Timnas Indonesia dianggap sebagai underdog dalam turnamen edisi ke-11 ini. Hal itu wajar mengingat skuat besutan Alfred Riedl hanya melakukan persiapan sekitar singkat.

Belum lagi, pelatih asal Austria itu hanya bisa membawa maksimal dua pemain dari tiap klub. Persiapan yang terbilang ala kadarnya itu sempat membuat masyarakat pesimistis Timnas Indonesia akan berprestasi di Piala AFF 2016.

Yoyok menilai dengan segudang permasalahan itu, Timnas Indonesia mampu membuktikan diri tampil semangat dan penuh determinasi di setiap laga.

Pria yang juga bos klub PSIS Semarang itu menambahkan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang terpilih beberapa hari jelang keberangkatan ke turnamen membawa sentuhan yang luar biasa. Bersama Wakil Ketua, Iwan Budianto, yang ditugaskan mendampingi tim, dua sosok itu dianggapnya mampu memberikan motivasi dan semangat pemain di lapangan.

Menurut Yoyok, seluruh pemain berjuang tidak kenal lelah sepanjang 2x45 menit. "Tapi, sekarang saatnya fokus SEA Games tahun depan dengan persiapan lebih baik. Bukan tak mungkin di ajang itu Timnas Indonesia bisa meraih medali emas," tutur pria yang juga anggota DPRD Provinsi Jateng tersebut.

Sementara Johar Lin Eng mengatakan prestasi berada di final patut mendapat apresiasi tingggi mengingat Timnas Indonesia berangkat dengan kondisi federasi yang "tidak siap".

Ketua Askot PSSI Jateng itu juga mengambil sisi positif dengan banyaknya pemain muda di tubuh Timnas Indonesia. "Talenta muda seperti itu harus dikembangkan lagi karena ke depan memang sudah layaknya mengandalkan amunisi muda," tegas Johar, yang terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI dalam Kongres Biasa Pemilihan pada 10 November 2016 itu.