Joko Malis: Alfred Riedl Buat Permainan Timnas Indonesia Efektif

Oleh Zaidan Nazarul pada 19 Des 2016, 10:45 WIB
Diperbarui 19 Des 2016, 10:45 WIB
Timnas Indonesia
Striker Timnas Indonesia, Ferdinand Sinaga, memenangi duel dengan pemain Thailand, Teerasil Dangda, dalam laga leg kedua final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Surabaya - Timnas Indonesia gagal mengakhiri paceklik gelar selama 25 tahun pada ajang Piala AFF 2016. Anak asuh Alfred Riedl harus mengakui keunggulan Thailand setelah kalah 0-2 di leg kedua final Piala AFF, Sabtu (17/12/2016) di Stadion Rajamanggala, Bangkok, Thailand. Kekalahan itu membuat Thailand unggul agregat 3-2 atas Boaz Solossa dkk.

Eks pelatih Persmin Minahasa dan pemain NIAC Mitra, Joko Malis, menyatakan, penampilan Timnas Indonesia sudah sangat bagus. Semua lini bekerja secara maksimal. Meski pertahanan Indonesia paling banyak kebobolan dibanding tim lain, fakta menunjukkan, permainan Tim Garuda bisa dibilang efektif.

Hal itu bisa dilihat dari penguasaan bola dan jumlah peluang yang dimiliki Indonesia di setiap pertandingan. Kendati selalu lebih sedikit menguasai bola dibanding lawan, Boaz Solossa selalu mencetak dua gol, kecuali di leg kedua final lawan Thailand.

Bagi Joko, tidak ada yang salah dari cara main timnas. Taktik dan strategi serangan balik yang diterapkan Alfred Riedl mampu dijalankan dengan baik oleh para pemain. “Pada awal-awal memang masih tampak ada kelemahan dan celah. Namun dari pertandingan sebelumnya ke pertandingan berikutnya mereka tampil lebih baik,” katanya.

Jika semula pertahanan timnas keropos, di mata Joko lebih kuat di laga-laga selanjutnya. Skema dan pola permainan Timnas terus membaik. Mereka dinilai mulai bisa mengatur tempo dan cermat dalam memanfaatkan momentum.

“Sayang, di final mereka bertemu lawan yang jauh lebih siap, lebih matang dan tenang. Sehingga meski Indonesia unggul 2-1 di leg pertama, Boaz cs tetap gagal,” ujar Joko.

Menurutnya, tidak ada yang salah dari cara main timnas hingga final. Sebelum kebobolan pada menit ke-37, sebetulnya Indonesia mampu bermain dengan baik. Bahkan membuat Thailand nyaris frustrasi. Sayang, keberuntungan tidak berpihak, gol berbau keberuntungan Thailand harus membuat mental pemain Tim Garuda menurun.

Bahkan, Joko meyakini, jika saja timnas masih diperkuat Irfan Bachdim dan Andik Vermansah, mungkin akhir cerita tim Merah Putih di Piala AFF kali ini akan berbeda. Sayang, keduanya cedera.

Joko memberi masukan pada PSSI agar pembentukan timnas tak lagi dibatasi seperti sebelumnya. Karena akan sulit bagi siapa pun pelatihnya untuk menemukan pemain terbaik di setiap posisi.

Tak hanya itu, saat timnas tampil di ajang seperti ini, seharusnya kompetisi tidak diliburkan. “Mungkin karena situasi sepak bola kita yang membuat kondisi Timnas Indonesia seperti kemarin. Semoga ke depan lebih diperhatikan hal-hal seperti yang saya bilang tadi,” tutur Joko.