Serunya 3 Jam Menumpang Pesawat Bareng dengan Timnas Indonesia

Oleh Ario Yosia pada 19 Des 2016, 11:30 WIB
Diperbarui 19 Des 2016, 11:30 WIB
Zulham Zamrun
Gelandang Timnas Indonesia, Zulham Zamrun, saat berada di dalam pesawat menuju Indonesia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Sehari setelah pertandingan final leg kedua Piala AFF 2016 melawan Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok (17/12/2016) Timnas Indonesia kembali ke Tanah Air. Dengan menumpang pesawat Gauda Indonesia GA867 penggawa Tim Merah-Putih tiba di Bandara Soekarno Hatta, Banten, sore jelang malam hari.

Bola.com beruntung bisa satu pesawat dengan tim asuhan Alfred Riedl. Selama tiga jam merekam aktivitas Timnas Indonesia selama di perjalanan menuju Tanah Air.

Sejak berada di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, para pemain timnas sudah menjadi objek perhatian warga Indonesia yang kebetulan berada di lokasi yang sama. Mereka tak henti-henti dimintai foto bareng dan tandatangan.

Saat masuk pesawat, warga Indonesia yang juga naik Garuda juga terlihat sibuk mengabadikan aktivitas Timnas Indonesia. Walau baru saja kalah 0-2 dan gagal juara Piala AFF 2016, para pemain Timnas Indonesia terlihat tetap tetap banjir senyum.

Andik Vermansah, gelandang sayap kanan Timnas Indonesia menyebut kesedihan para pemain surut setelah pelatih Alfred Riedl memberi penghiburan di ruang ganti.

"Coach Alfred mengingatkan kami untuk tidak larut dalam kesedihan. Ia bilang kalau apa yang kami capai di Piala AFF 2016 amat luar biasa. Dengan segala keterbatasan kami bisa sampai ke final. Ya, bagi beliau kami adalah tim juara sesungguhnya," ujar pemain yang absen di laga final kedua karena cedera.

Penyerang Timnas Indonesia, Boaz Solossa, saat berada di dalam pesawat yang mengantarnya terbang dari Thailand menuju Indonesia pada Minggu (18/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Saat perjalanan pulang Alfred Riedl dan para asistennya ditempatkan di kelas bisnis, sementara para pemain duduk di area ekonomi. Arsitek asal Austria tersebut sebelum pesawat leanding, asyik terlibat percakapan serius dengan asistennya Wolfgang Pikal dengan menggunakan bahasa Jerman.

Sebuah hal lucu mencuat saat pilot pesawat memberi kata sambutan. Ia keseleo lidah menyebut "selamat datang Indonesia Football Club." Tak pelak, ucapan sang pilot direspons tawa oleh sejumlah pemain. "Kami bukan klub mas," teriak salah satu pemain di barisan depan.

Selama perjalanan, penggawa Timnas Indonesia terlihat kerapkali bercanda satu sama lain. Boaz Solossa yang duduk berdekatan dengan tiga pemain muda, Manahati Lestusen, Yanto Basna, dan Abduh Lestaluhu beberapa kali terlihat ketawa cekikikan.

Sehari sebelumnya, sang kapten Timnas Indonesia seusai pertandingan terlihat menjadi sosok yang paling terpukul dengan kekalahan timnya dari Tim Gajah Putih. Ia sempat terlihat menangis dan memisahkan diri dengan rekan-rekannya di area lapangan.

"Saya sedih, dua kali punya kesempatan bermain di final, tapi keduanya gagal," ujar Boaz Solossa.

2 dari 2 halaman

Menggoda Pramugari

Di sisi lain kumpulan pemain di sisi berbeda Evan Dimas, Bayu Gatra, Andik Vermansah, asyik bercakap-cakap dengan dialek Jawa Timur. Saat berada di Bandara Bandara Suvarnabhumi, Bayu sempat menyapa Bola.com dan berujar, "Mas dua kali ya lihat final Timnas Indonesia (sebelumnya SEA Games 2013) yang ada saya, keduanya gagal. Maaf ya kami belum bisa memberi hasil maksimal," kata gelandang sayap asal Madura United tersebut.

Saat perjalanan para pemain terlihat jahil, menggoda pramugari yang bertugas. Salah satunya Zulham Zamrun, yang beberapa kali beberapa kali minta pura-pura bantuan pramugari, dengan harapan bisa berbincang dengan mereka.

"Kau bisa saja," teriak Manahati dan kemudian direspons dengan tawa oleh Zulham.

Saat pesawat dalam proses mendarat, suasana menjadi berisik. Para pemain bersama-sama berteriak 1,2,3 ... eaaaa secara berbarengan.

Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, saat berada di dalam pesawat yang mengantarnya terbang dari Thailand menuju Indonesia pada Minggu (18/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Saat proses kemas-kemas barang menjadi sedikit lama karena sejumlah penumpang minta foto bareng dengan beberapa pemain. Saat menjejakkan kaki di luar pesawat sejumlah kru penerbangan langsung menyambut pasukan Tim Garuda dengan tepuk tangan dan diiringi teriakan Indonesia berulang-ulang.

Fadillah, salah satu penumpang mengaku bangga pada perjuangan para pemain Timnas Indonesia. "Buat saya mereka adalah juara sejati. Bisa lolos ke final dalam kondisi persiapan yang amat terbatas. Suatu saat negara kita akan juara di Piala AFF," ujar pria paruh baya yang juga menyaksikan laga final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala.

Timnas Indonesia gagal juara Piala AFF 2016 setelah kalah 0-2 pada pertemuan kedua di markas Thailand. Sebelumnya, Tim Merah-Putih sempat menang di duel leg pertama.

Sepanjang Piala AFF 2016, Timnas Indonesia yang didominasi oleh skuat muda perjuangannya untuk bisa sampai lolos ke laga puncak melewati perjuangan dramatis.

Sempat kalah 2-4 dari Thailand, kemudian imbang 2-2 kontra Filipina, Stefano Lilipaly dkk. lolos ke semifinal setelah mengalahkan Singapura 2-1. Selanjutnya pada fase semifinal Timnas Indonesia menggasak Vietnam 2-1 dan bermain imbang 2-2.

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia