Kalau Bukan Timnas Indonesia, Celana Jogger Tak Bisa Masuk Istana

Oleh Wiwig Prayugi pada 19 Des 2016, 15:10 WIB
Diperbarui 19 Des 2016, 15:10 WIB
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia bertemu Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, (19/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Pemain Timnas Indonesia tidak mengenakan busana formal saat memenuhi undangan makan siang dari Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (19/12/2016) siang.

Pemain Timnas Indonesia memakai seragam di luar lapangan seperti biasa, yakni kaus berkerah berwarna hijau, jaket, dan celana. Uniknya, seragam luar lapangan timnas adalah celana olah raga dengan model jogger dan sepatu kets. 

Padahal, biasanya untuk masuk ke Istana, tamu harus mengenakan batik. Tahun lalu, pemain Persib Bandung dan Sriwijaya FC juga berbusana batik saat menerima jamuan dari Presiden Jokowi seusai final Piala Presiden 2015. Bahkan, pemain Sriwijaya FC sempat tertahan oleh Paspampres karena mereka mengenakan celana jeans

Namun, Timnas Indonesia tetap bisa masuk karena memang tidak ada persiapan untuk membeli batik. Apalagi, undangan dari Istana juga mendadak setelah Skuat Garuda tiba di Tanah Air pada Minggu (18/12/2016) malam.

"Senang, kami bisa bertemu Presiden Jokowi dalam suasana yang santai. Apalagi kami dapat bonus. Kami terharu juga karena pemerintah tetap mengapresiasi meski kami gagal juara Piala AFF," kata Abduh Lestaluhu.

Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa  dan Rekan-rekannya diterima Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, (19/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Acara Timnas Indonesia dengan Presiden Jokowi memang tidak terlalu formal karena hanya makan siang dan ramah tamah. Selama kurang lebih dua jam, para pemain berada di Gedung Istana Merdeka.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan pemerintah RI memberi bonus masing-masing Rp 200 juta untuk setiap pemain. Pemain pun semringah dan menyambut pernyataan Presiden dengan tepuk tangan.

Setelah menghadiri undangan dari Istana, pemain Timnas Indonesia dipulangkan ke daerah masing-masing.