2 Alasan yang Membuat Timnas Indonesia Istimewa di Mata Jokowi

Oleh Wiwig Prayugi pada 19 Des 2016, 18:20 WIB
Diperbarui 19 Des 2016, 18:20 WIB
Timnas Indonesia
Pesan-pesan Presiden RI, Joko Widodo kepada para pemain Timnas Indonesia di Istana Negara, (19/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberi apresiasi kepada pemain dan staf pelatih Timnas Indonesia, meski gagal menjuarai Piala AFF 2016. Bagi Jokowi, Skuat Garuda memiliki nilai positif yang mereka hasilkan selama bertarung di Piala AFF 2016.

Presiden Jokowi menjamu pemain dan staf pelatih Timnas Indonesia di Istana Merdeka, Senin (19/12/2016). Tidak hanya makan siang, Presiden juga mengumumkan pemain mendapat bonus masing-masing Rp 200 juta. Bonus tersebut termasuk besar dan bila dihitung, pemerintah mengeluarkan Rp 4,6 miliar untuk pemain.

Jokowi menyebut, perjuangan Boaz Solossa dkk. pantas mendapat apresiasi. Timnas Indonesia yang tidak diunggulkan justru melenggang ke final. Dalam duel final, meski gagal juara, Indonesia mampu mengalahkan Thailand pada leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor (14/12/2016).

Selain perjuangan yang tak kenal lelah, Jokowi menyebut Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 mampu mempersatukan bangsa. Memang, saat Indonesia berlaga di Piala AFF, perhatian masyarakat tersedot untuk mendukung timnas, baik di media sosial maupun menonton langsung di stadion.

"Walau tidak juara, para pemain sudah berjuang mati-matian dan membuat kami bangga. Saya harap Saudara tidak patah arang dan mempersiapkan diri lebih baik dalam ajang selanjutnya," kata Presiden Jokowi saat memberi sambutan.

Selain itu, nilai plus Timnas Indonesia di mata Presiden Jokowi adalah, timnas mampu mempersatukan bangsa. Walau ajang Piala AFF berlangsung tidak sampai satu bulan, euforia masyarakat dalam mendukung timnas sangat besar.

"Timnas Garuda ini betul-betul bisa menyatukan bangsa kita, menunjukkan kekuatan dan persatuan, serta menunjukkan kebhinnekatunggalikaan kita. Perbedaan, kemajemukan, dan keberagaman itu menjadi sebuah sumber kekuatan bangsa kita," puji Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta semua pihak, baik pemain dan pelatih Timnas Indonesia, serta PSSI mengambil hikmah dari kegagalan di Piala AFF 2016. 

 

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia