Presiden Jokowi dan 5 Abdi Negara di Timnas Indonesia

Oleh Wiwig Prayugi pada 20 Des 2016, 18:15 WIB
Diperbarui 20 Des 2016, 18:15 WIB
Timnas Indonesia
Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa dan Rekan-rekannya diterima Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, (19/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia mendapat tempat tersendiri di hati rakyat setelah mereka jadi runner-up Piala AFF 2016. Skuat Garuda gagal juara tidak membuat mereka dikritik. Kalaupun ada, kritik dari fans bersifat membangun. 

Lolos ke partai final ibarat sudah menjadi juara mengingat Timnas Indonesia adalah tim yang paling tidak siap dalam turnamen dua tahunan itu. Pemerintah Indonesia pun tetap memberikan bonus kepada Bayu Pradana dkk., masing-masing pemain mendapat Rp 200 juta dan ofisial tim Rp 150 juta.

Fakta menarik di Timnas Indonesia saat ini adalah, ada lima pemain yang bekerja sebagai abdi negara. Kapten Boaz Solossa adalah staf Pemprov Papua, berstatus PNS. 

DINAS - Saat kelanjutan kompetisi ISL masih tanda tanya, striker Boaz Solossa menghabiskan waktunya dengan berdinas sebagai PNS. (Path)

Timnas Indonesia juga memiliki dua anggota polisi, yakni bek Hansamu Yama dan Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Dua jebolan Timnas U-19 itu masuk pendidikan polisi pada awal Agustus 2016.

Skuat Garuda juga diperkuat dua anggota TNI, yakni Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu. Setelah lulus pendidikan TNI pada Desember 2015, Manahati dan Abduh kini berpangkat Sersan Dua dan kini berdinas di Puspom (Pusat Polisi Militer) Kodam Jaya, Jakarta. 

"Ini yang PNS bisa bertemu bos-nya langsung," demikian celetuk Manajer Timnas Indonesia Iwan Budianto saat pemain antre di depan pemeriksaan Paspampres menuju Istana Mereka untuk bertemu Presiden Jokowi.

Hansamu Yama dan Muchlis langsung dihampiri pejabat Polri yang baru saja keluar dari Istana Negara. 

Empat pemain Timnas Indonesia masuk Polri dan TNI terjadi pada saat Indonesia disanksi FIFA. Mereka merasa menjadi pesepak bola saja tidak akan aman bagi masa depan. Sementara, Boaz memang sudah lama diangkat menjadi PNS Pemprov Papua.

2 dari 2 halaman

Ada prestasi..ada perhatian

Timnas Indonesia
Dua pemain Timnas Indonesia, Abduh Lestaluhu dan Manahati Lestusen saat berada di Istana Merdeka, Jakarta, (19/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Presiden Jokowi sebelumnya pernah melontarkan ucapan kontroversial, saat pemerintah mengintervensi PSSI sehingga FIFA menjatuhkan sanksi pada akhir Mei 2015. Pernyataan Jokowi adalah, "Daripada kalah terus, lebih baik disanksi FIFA".

Pesepak bola PS TNI, Abduh Lestaluhu, Asrul Reza dan Manahati foto bersama mengenakan seragam dinas TNI. (Instagram)

Kini, sikap Jokowi berubah 180 derajat. Para pemain pun mengapresiasi Jokowi. "Pak Presiden menghargai kerja keras kami. Kami sangat berterima kasih, bukan soal bonus tapi cara beliau menghargai pemain," kata Abduh Lestaluhu.

Presiden Jokowi menyaksikan sendiri perjuangan Timnas Indonesia di Piala AFF 2016, baik dalam laga kandang maupun tandang.

Pada laga semifinal leg pertama kontra Vietnam, Jokowi menonton di Stadion Pakansari. Saat ia bertugas di Iran, Jokowi pun menyempatkan menonton lewat streaming duel leg pertama final melawan Thailand.

""Timnas Garuda ini betul-betul bisa menyatukan bangsa kita, menunjukkan kekuatan dan persatuan, serta menunjukkan kebhinnekatunggalikaan kita. Perbedaan, kemajemukan, dan keberagaman itu menjadi sebuah sumber kekuatan bangsa kita," puji Presiden Jokowi saat menjamu pemain dan ofisial Timnas Indonesia di Istana Merdeka, Senin (20/12/2016).

 

Lanjutkan Membaca ↓