Timnas Gagal Juara, Boaz Solossa Tetap Diarak di Sorong

Oleh Ario Yosia pada 21 Des 2016, 19:00 WIB
Diperbarui 21 Des 2016, 19:00 WIB
Boaz Solossa
Boaz Solossa, usai membela Timnas Indonesia mudik ke kampung halamannya, Sorong, Papua Barat. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Sorong - Walau gagal mengantarkan Timnas Indonesian jadi juara Piala AFF 2016, sosok Boaz Solossa tetap banjir pujian dari warga kampung halamannya, Sorong, Papua Barat. Sang kapten Tim Merah-Putih bakal diarak dan menjalani pesta adat di kota kelahirannya.

Boaz Solossa lahir dari keluarga dengan kultur sepak bola kuat.  Ayahnya, Christopher Solossa merupakan pesepak bola. Ia sempat  memperkuat klub amatir asal Sorong, Papua, Garuda Sorong pada era 1970-an. Sang papa juga berposisi sama dengan Boaz sebagai striker.

Karena fokus pada pendidikan, Christopher gantung sepatu. Bakat Christopher kemudian turun ke anak-anaknya. Sang ayah meninggal di lapangan bola pada 6 Februari 2000, kala  tampil dalam sebuah laga ekshibisi antara turnamen tarkam Jago Kapok Cup.

Christopher yang saat itu menjadi camat Sorong, bermain memperkuat  tim gabungan pejabat daerah kampung halamannya saat berduel melawan tim wartawan PWI. Boaz, jadi penonton saat ayahnya terkena serangan jantung.

Saat masih usia cilik Boaz dibina di SSB Putra Yohan, yang notabene merupakan sekolah yang didirikan ayahnya. Jangan heran, warga Sorong amat bangga dengan kiprah bomber kelahiran 16 Maret 1986 di Timnas Indonesia. Posisi Boaz sebagai kapten dinilai sebuah prestasi yang membanggakan.

Masyarakat Sorong, tidak merasa kecewa sekalipun Tim Merah-Putih hanya menjadi runner-up di Piala AFF 2016.  "Akan ada acara khusus putra saya Boaz, sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang ia capai," ujar Maria Sarobi, ibunda Boaz Solossa saat dikontak Bola.com pada Rabu (21/12/2016) malam.

Maria, beserta Adelyna Gedy istri serta empat putri Boaz menyaksikan langsung pertandingan leg kedua final Piala AFF 2016 melawan Thailand yang berkesudahan 2-1 buat tuan rumah di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016). Mereka diterbangkan dengan pesawat khusus oleh Kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat yang dipimpin Edy Rahmayadi, yang juga selaku Ketua Umum PSSI.

"Walau akhirnya Timnas Indonesia kalah, kami yang menyaksikan pertandingan dari pinggir lapangan tetap bangga pada Boaz. Ia tetap sosok pemenang bagi kami seluruh anggota keluarganya," kata Maria Sarobi.

Boaz Solossa saat ini tengah ada di Jayapura. Beserta anak dan istrinya ia akan menikmati hari raya Natal dan Tahun baru di kampung halamannya. "Saatnya saya istirahat, menikmati kebersamaan dengan keluarga," ungkap pemain berusia 30 tahun tersebut yang sempat menyampaikan keinginannya pensiun dari Tim Garuda.

 

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia