Ditonton Ribuan Aremania, Pemain Muda Arema Gugup Beri Sambutan

Oleh Iwan Setiawan pada 14 Mar 2017, 20:25 WIB
Diperbarui 14 Mar 2017, 20:25 WIB
Arema FC
Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi gugup saat diminta memberikan sambutan di depan ribuan Aremania. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Malang - Momen langka terjadi dalam rangkaian penyambutan Arema FC setelah juara Piala Presiden 2017 di Malang (14/3/2017). Dua pemain muda Arema mendadak harus memberikan sambutan saat mampir ke Pendopo Kabupaten Malang lantaran diminta Aremania dan salah satu master of ceremony (MC), Ovan Tobing.

Adam Alis yang diminta maju ke depan setelah Presiden Kehormatan Arema, Rendra Kresna dan top skorer Piala Presiden, Cristian Gonzales memberikan sambutan. Sebab, pemain 23 tahun ini terpilih jadi pemain terbaik dalam turnamen itu.

Sebenarnya Adam sudah terbiasa berbicara di depan umum ketika diwawancarai media. Namun kali ini berbeda karena ada ribuan Aremania yang menanti kalimat dari mulutnya. Candaan dari para pemain senior juga sempat membuat dia kehilangan konsentrasi.

"Alhamdulillah saya bisa meraih juara lagi bersama Arema (sebelumnya Trofeo Bhayangkara). Gelar pemain terbaik saya berikan untuk Arema dan Aremania," katanya singkat.

Setelah Adam, giliran pemain belia Hanif Sjahbandi yang dapat kehormatan berbicara di depan Aremania. Mantan pemain Persiba Balikpapan itu mencetak gol pertama Arema di final Piala Presiden 2017.

Belum sempat menyusun kata-kata, dia sudah didorong oleh para pemain senior, satu di antaranya Beny Wahyudi. Alhasil, Hanif sempat sempoyongan menuju pengeras suara. "Alhamdulillah bisa ikut berkontribusi membawa Arema juara," ia menuturkan.

Para pemain senior, pelatih, dan manajemen sempat tertawa melihat pemain mudanya deg-degan di panggung. "Sambutan para pemain ini sebenarnya di luar skenario karena Aremania yang meminta mereka bicara," kata Ovan.

Hanif sebenarnya sama seperti Adam karena mereka beberapa kali dibawa dalam konferensi pers Arema setelah atau sebelum pertandingan. Namun ketika momen itu mereka tidak menghadapi massa berjumlah ribuan.