Oswaldo Lessa Berharap SFC Tak Bergantung pada Hilton - Beto

Oleh Riskha Prasetya pada 15 Mei 2017, 04:30 WIB
Diperbarui 15 Mei 2017, 04:30 WIB
Sriwijaya FC
Dua pemain asal Brasil, Hilton Moreira dan Beto Goncalves sudah mencetak tujuh gol bagi Sriwijaya FC di Liga 1 2017. (Bola.com/Riskha Prasetya)

Bola.com, Palembang - Sriwijaya FC telah mencetak delapan gol dari enam pertandingan di Liga 1 2017. Hanya saja, mayoritas gol dicetak Laskar Wong Kito dicetak dua striker asal Brasil, Beto Goncalves dan Hilton Moreira.

Keduanya sudah menyumbangkan tujuh dari delapan gol tersebut. Sedangkan satu gol lainnya diceploskan pemain sayap muda, Maldini Pali. Pelatih Sriwijaya FC, Oswaldo Lessa juga menyoroti terlalu bergantungnya tim kepada Hilton dan Beto.

“Saya dan tim pelatih lain sudah membahas hal ini. Ke depan tidak bisa terus-terusan mengandalkan Beto atau Hilton saja karena bisa saja nanti ada cedera atau akumulasi kartu,” kata Oswaldo.

Lessa akan lebih memaksimalkan peran pemain lainnya guna mendukung lini serang Sriwijaya FC sehingga tidak hanya bertumpu dengan Beto. “Tapi saya melihat seluruh pemain kini sudah memahami perannya di dalam tim. Jadi tidak masalah siapapun yang mencetak gol, karena kepentingan tim tetap yang utama," ucapnya.

Beto sendiri sedang dalam periode positif. Setelah paceklik gol pada tiga laga awal, mantan pemain Arema FC itu kini mengoleksi tiga gol dari dua laga melawan Bhayangkara FC dan Barito Putera.

Dua dari tiga gol Beto tercipta melalui sundulan dan semuanya berasal dari assist marquee player, Tijani Belaid. "Tijani melihat cuplikan gol-gol saya musim lalu sehingga ada gambaran mengenai bola-bola apa yang saya inginkan. Dia memang punya kualitas umpan yang bagus dan sudah dua kali berbuah assist untuk saya,” kata Beto.

“Tijani sebenarnya bisa membuat gol, namun dia memang senang memberikan umpan. Saya sudah katakan ke dia jika ada kesempatan tidak masalah melakukan percobaan tembakan sendiri," ia menuturkan.

Soal catatan golnya yang sempat mandek di awal kompetisi, Beto juga memiliki alasan tersendiri. " Saya jarang mendapatkan kesempatan karena pengawalan yang ketat dari lawan. Saya juga menyesal karena sebenarnya saat melawan Borneo, ada dua peluang emas yang seharusnya bisa menghasilkan gol, tetapi karena kurang beruntung justru terbuang percuma," kata bomber andalan Sriwijaya FC ini.