Sebelum Dikontrak Arema, Pria Ini Jadi Petugas Pemadam Kebakaran

Oleh Iwan Setiawan pada 22 Mei 2017, 10:15 WIB
Andrianto

Bola.com, Malang - Kehidupan pemuda bernama Andrianto langsung berbalik 180 derajat setelah dikontrak Arema FC menjelang diputarnya kompetisi Liga 1. Pemain 22 tahun itu kini bisa lebih fokus 100 persen meniti karirnya di sepakbola profesional.

Tahun-tahun sebelumnya, dia punya pekerjaan ganda. Bermain memperkuat Persekam Metro FC dan menjadi honorer di Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang.

Jika libur latihan, dia harus berdinas di kantor. Sejak beberapa tiga tahun terakhir, pemain Metro FC dapat pekerjaan sampingan sebagai honorer di lingkup Kabupaten Malang sebab tim tersebut dikelola oleh pejabat di Kabupaten Malang. Tujuannya untuk memberikan penghasilan tambahan kepada pemain, terutama jika kompetisi sedang libur.

Selama hampir tiga tahun bertugas, pemain asal Tajinan, Kabupaten Malang itu sudah puluhan kali beraksi memadamkan si jago merah. Dia mulai dari nol bagaimana cara memadamkan kebakaran yang aman.

"Sudah sering kalau memadamkan kebakaran. Kalau waktu piket, pernah juga tugas padamkan api tengah malam atau pagi hari. Karena di lingkup Kabupaten Malang, banyak kejadian kebakaran. Terutama setelah musim panen tebu atau yang lainnya," katanya.

Kehadiran Andrianto di lini depan Arema FC membuat pelatih Aji Santoso memiliki banyak pilihan untuk Liga 1 2017. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Tapi setelah dengan Arema, pemain yang akrab disapa Andri itu dapat dispensasi khusus. Kini dia bebas tugas sementara dari pemadam kebakaran untuk fokus bersama Arema hingga Liga 1 rampung.

"Waktu dikontrak Arema, sebenarnya saya sudah mengajukan permohonan diri untuk mundur dari Pemadam Kebakaran. Segan kalau nantinya tidak pernah tugas karena kompetisi Liga 1 lebih panjang. Tapi tidak diizinkan. Atasan saya justru senang ada anggotanya jadi pemain Arema," kata Andrianto.

Kejadian unik pun sempat terjadi kala Arema bermain di Stadion Kanjuruhan Malang melawan Barito Putera pekan ke empat lalu. Saat Andri melakukan pemanasan, konsentrasinya sempat hilang ketika melihat mobil pemadam yang biasa ditungganginya masuk ke dalam sentelban.

Tak berselang lama dia melambaikan tangannya kepada beberapa orang yang berada dalam mobil damkar. "Waktu itu teman-teman saya bertugas di Kanjuruhan saat Arema melawan Barito. Antisipasi jika ada flare menyala mereka yang memadamkannya," jawabnya.

Tag Terkait