3 Penyebab Arema Digulung Persela 4 Gol Tanpa Balas

Oleh Zaidan Nazarul pada 21 Mei 2017, 19:41 WIB
Persela vs Arema FC

Bola.com, Lamongan - Arema FC secara mengejutkan takluk di Lamongan. Datang dengan mengusung ambisi besar untuk mengakhiri episode buruk pada dua pertandingan sebelumnya, Singo Edan justru kalah dengan skor telak, 0-4, dalam laga lanjutan Liga 1 2017, Minggu (21/5/2017) di Stadion Surajaya, Lamongan.

Dari penjelasan pelatih kedua tim, disimpulkan ada tiga penyebab Arema kalah dengan skor telak. Pertama adalah absennya dua bek andalan Singo Edan, lalu strategi serangan balik yang jitu dari Persela, dan gol pertama Persela yang melecut motivasi Laskar Jaka Tingkir.

Tampil agresif sejak babak pertama, Arema FC justru kecolongan lewat skema serangan balik cepat yang diterapkan Persela. Pelatih Arema FC, Aji Santoso, mengakui kekalahan ini karena timnya tampil buruk di pertandingan tersebut. Bahkan ia menilai, ini penampilan Arema FC yang paling buruk dari seluruh laga Arema FC di Liga 1 sebelumnya.

Menurutnya, buruknya permainan anak buahnya disebabkan oleh absennya Arthur Cunha dan Bagas Adi. “Tanpa kedua pemain itu, pemain lain seakan kehilangan kepercayaan diri, itu hasil evaluasi sementara yang kami lakukan di ruang ganti tadi,” keluh Aji Santoso, pelatih Arema FC.

Ia mengakui, ketergantungan terhadap Arthur dan Bagas membuat lini belakangnya keropos. Sebab dari pengakuan Aji, semua skema serangan balik yang dilakukan Persela sebetulnya sudah ia antisipasi, tapi Junda Irawan dan Jad Noureddin tak mampu menjalankan instruksinya dengan baik.

Kondisi ini diperparah dengan tidak disiplinnya para pemain belakang Arema FC setelah tertinggal 0-2. Bermaksud mengejar ketertinggalan, para pemain Arema justru melupakan pertahanan.

“Saat tertinggal 0-2, anak-anak keluar menyerang. Sayang, pemain belakang tidak disiplin posisi, akibatnya, ketika lawan melakukan serangan balik, mereka sudah tidak dalam posisi yang ideal untuk menutupnya,” papar Aji.

Hal ini juga diakui Junda Irawan. Ia mengakui bahwa absennya Arthur dan Bagas membuatnya kebingungan. Terbiasa bermain di bek kiri, Junda kerap gagal mengantisipasi serangan Persela. “Saya akui tidak hadirnya Arthur sangat berpengaruh. Kami kehilangan kepercayaan diri tanpa Arthur,” ungkap Junda.

Sebaliknya, pelatih Persela, Herry Kiswanto, menyebutkan kerjasama tim yang baik menjadikan timnya tampil solid di pertandingan ini. “Sepak bola itu tim, dan hari ini anak-anak bermain baik secara tim,” ujar Herkis, sapaan pelatih kepala Persela.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa timnya terlecut untuk membuktikan bahwa mereka bisa mengalahkan Arema. “Tadi saat briefing sebelum tanding, saya bilang ke pemain kalau Arema ini tim yang selalu pasang target tinggi. Tampaknya hal ini membuat pemain kami ingin bermain di atas Arema,” kata Herkis.

Mempersempit ruang gerak pemain tengah Arema juga dianggap sebagai kunci keberhasilan timnya mengalahkan tim berjulukan Singo Edan tersebut. Pasalnya, dengan sukse pemainnya memutus aliran bola lawan di sektor tengah lapangan, suplay bola Arema terhambat.

“Lihat saja di pertandingan tadi, sangat sedikit umpan yang dilakukan Arema dari tengah. Ke samping juga tidak bisa karena sudah ditutup oleh pemain kami,” terang Herkis.

Namun, kendati Persela menang Herkis meminta para pemainnya tak jemawa. Ia berharap para pemain berupaya untuk terus tampil stabil di setiap pertandingan. “Sepak bola itu ada sedih, juga ada senang. Tapi setelah pertandingan ini, saya harap anak-anak bermain di level seperti ini,” kata Herkis.