Sriwijaya FC Menang, Hati Yanto Basna Justru Hancur

Oleh Riskha Prasetya pada 08 Jun 2017, 06:45 WIB
Diperbarui 08 Jun 2017, 06:45 WIB
Yanto Basna
Pemain Sriwijaya FC, Yanto Basna saat beraksi melawan Arema pada Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan, Solo, (26/2/2017). Arema berhasil menang 3-1. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Palembang - Kemenangan 3-1 Sriwijaya FC atas tamunya Mitra Kukar, Rabu (7/6) malam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, menyisakan duka. Ayahanda stoper Laskar Wong Kito,  Yanto Basna, meninggal dunia sore hari sebelum laga pekan ke-10 kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 ini digelar.

Berita duka ini mengejutkan jajaran manajemen dan tim pelatih SFC. Mereka langsung menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 ini.

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar bahkan mengaku sangat bangga dengan mentalitas serta profesional yang ditunjukkan oleh Yanto saat laga kontra Naga Mekes berlangsung. Ia tetap fokus bertanding walau hatinya hancur berkeping-keping.

“Mungkin tidak banyak pemain yang bisa tetap bermain fokus di lapangan saat tahu orang tuanya meninggal. Tadi saat mendengar kabar ini usai pertandingan kami semua kaget. Atas nama pribadi serta jajaran manajemen Sriwijaya FC mengucapkan belasungkawa, semua di tim ini merasa kehilangan. Semoga Yanto Basna dan keluarga dikuatkan,” ujarnya usai pertandingan.

Sebagian keluarga Yanto Basna memang tidak memberitahu kejadian ini secara langsung dengan alasan takut menganggu penampilan pemain asal Sorong, Papua ini di lapangan.

“Begitu mengetahui hal ini, maka tiket pulang untuk Yanto langsung kami siapkan untuk menghadiri pemakamannya ayahnya. Ia juga akan kita berikan libur untuk sementara waktu karena masih dalam masa berkabung,” terang Nasrun.

Sebelumnya, saat Sriwijaya FC berlaga di Piala Presiden 2017 Yanto Basna memang sempat mengajukan izin pulang ke Papua guna menengok papanya yang sudah lama sakit.

Bahkan bek serba bisa kelahiran 12 Juni 1995 tersebut sudah berencana untuk pulang ke Papua minggu lalu, namun terkendala harus menjalani pemulihan cedera. Tenaganya pun dibutuhkan Sriwijaya FC untuk mendongkrak posisi di jajaran klasemen Liga 1 2017. 

Yanto Basna belum bisa dikonfirmasi karena tengah dalam perjalanan pulang ke Jayapura, tempat ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya. Namun status di akun jejaring sosial Path miliknya terakhir menunjukkan kesedihan mendalam tengah dirasakan olehnya. “Sa pu hati hancur berkeping2.. Seakan hilang arah dan tujuan hidup. Siooo bapa… Tuhan Yesus baik,” tulis mantan pemain Persib Bandung itu.