Kiper Persipura Berharap Musim Depan Liga 1 Bisa Lebih Baik

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 08 Nov 2017, 20:15 WIB
Diperbarui 08 Nov 2017, 20:15 WIB
Yoo Jae-hoon
Kiper Persipura, Yoo Jae-hoon, berharap Liga Indonesia bisa lebih baik pada musim depan tanpa ada klub yang merasa dirugikan atau diuntungkan. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jayapura - Situasi persepakbolaan Indonesia memanas seusai munculnya keputusan Komisi Disiplin PSSI yang menghukum Mitra Kukar dengan kekalahan 0-3 dalam pertandingan kontra Bhayangkara FC. Kiper Persipura Jayapura, Yoo Jae-hoon, tak ketinggalan merespons situasi tersebut.

Keputusan Komdis PSSI itu dianggap merugikan sejumlah pihak selain Mitra Kukar, termasuk Bali United yang sebelum keputusan itu keluar berada di puncak klasemen.

Setelah Bali United meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Senin (6/11/2017), tim berjulukan Serdadu Tridatu itu naik ke posisi puncak dengan keunggulan dua poin atas Bhayangkara FC yang memiliki satu pertandingan tersisa lebih banyak.

Namun, semua berubah menjadi panas pada Rabu (8/11/2017) ketika salinan putusan Komdis PSSI untuk Mitra Kukar menyatakan klub berjulukan Naga Mekes itu memainkan Mohamed Lamine Sissoko, yang dianggap dalam status terhukum, dalam laga kontra Bhayangkara FC di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (3/11/2017).

Keputusan Komdis PSSI menyebut sesuai pasal 31 Kode Disiplin PSSI, Mitra Kukar dihukum kalah dengan skor 0-3 dan denda sebesar Rp 100 juta karena telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 55 Kode Disiplin PSSI. Keputusan Komdis PSSI itu direspons Mitra Kukar yang menganggap tak menerima informasi atau surat dari Komdis PSSI terkait hukuman tambahan kepada Sissoko.

Keprihatinan atas situasi ini datang dari kiper asing asal Korea Selatan yang sudah beberapa tahun terakhir bermain bersama Persipura Jayapura, Yoo Jae-hoon. Kiper berusia 34 tahun itu memahami masalah dengan sudut pandang bila ada yang dirugikan atau diuntungkan oleh seseorang atau pihak yang tidak bertanggung jawab dengan munculnya keputusan tersebut.

Yoo Jae-hoon lantas mengungkapkan harapannya terkait pelaksanaan kompetisi musim depan. "Semoga saat liga musim depan semua tim tidak ada yang dirugikan atau diuntungkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab agar musim depan kompetisi bisa lebih maju lagi," ujar Yoo Jae-hoon.

Keputusan Komdis PSSI itu tak hanya dianggap merugikan Mitra Kukar yang dianggap kalah, tetapi juga Bali United yang posisinya tergeser dari puncak klasemen karena keputusan tersebut. CEO Bali United, Yabes Tanuri, menyebut PT Liga Indonesia Baru turut serta melakukan kelalaian sehingga masalah ini bisa muncul.