4 Bintang Timnas Indonesia U-19 yang Memanaskan Piala Presiden

Oleh Ario Yosia pada 18 Jan 2018, 08:02 WIB
Diperbarui 18 Jan 2018, 08:02 WIB
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Hanis Saghara, M Luthfi, Syahrian Abimanyu (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Mengedepankan pembinaan pemain muda Organizing Committe (OC) Piala Presiden 2018 memberi kesempatan besar pada pemain belia berkiprah di turnamen pramusim yang diikuti 20 klub tersebut. Tiap klub kontestan wajib mendaftarkan tujuh pemain U-23. Kebijakan ini membuat pesepak bola belia yang jadi bagian Timnas Indonesia U-19 laku di pasaran.

Dalam draf aturan main turnamen yang sudah dikirimkan ke semua klub, dijelaskan untuk pendaftaran pemain paling sedikit adalah 18 pemain dan maksimal 36 pemain. Klub juga wajib mendaftarkan tujuh pemain U-23, yang syaratnya adalah pemain kelahiran 1 Januari 1996 dan setelahnya.

Sementara untuk pemain asing, ke-20 tim peserta bisa mendaftarkan enam pemain impor, dengan komposisi pemain yang bisa tampil di lapangan 3+1, yakni tiga pemain non Asia dan satu pemain asal Asia. Pembatasan ini dilakukan untuk tetap memberi ruang kepada para pemain lokal unjuk gigi.

"Pemain muda yang didaftarkan dengan usia di bawah 23 tahun. Atau lebih jelasnya kelahiran 1 Januari 1996 dan setelahnya," jelas Tigorshalom Boboy anggota OC Piala Presiden 2018.

Mengikuti aturan main itu, klub-klub bergerak cepat menggaet pemain muda. Pemain-pemain anggota skuat Timnas Indonesia U-23 jadi target buruan utama. Demikian pula penggawa Timnas Indonesia U-19 yang memesona publik sepak bola Tanah Air dengan permainan sepak bola indah sepanjang 2017 lalu.

Sosok Egy Maulana Vikry jadi properti panas rebutan banyak klub. Namun gelandang serang yang dijuluki banyak pengamat sepak bola nasional Messi Indonesia itu memilih mencoba peruntungan di Eropa. Pemain asal Medan itu baru saja menjalani sejumlah trial di sejumlah negara Benua Biru.

Selain Egy, ada beberapa nama pemain lainnya yang juga laku keras di pasaran bursa transfer musim 2018. Siapa-siapa saja mereka?

2 dari 5 halaman

Hanis Saghara Putra

Kualifikasi Liga Champions Asia 2018: Bali United Vs Tampines Rovers
Para pemain Bali United merayakan gol yang dicetak Hanis Saghara ke gawang Tampines Rovers pada laga kualifikasi Liga Champions Asia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (16/1/2018). Bali menang 3-1 atas Tampines. (Bola.com/Ronald Seger)

Hanis Saghara Putra

Posisi: Penyerang

Lahir: Bojonegoro, 8 September 1999

Klub: Bali United

Rekrutmen baru Bali United, Hanis Saghara Putra, langsung tampil moncer. Penyerang Timnas Indonesia U-19 itu turut menyumbang satu dari tiga gol kemenangan tim Serdadu Tridatu atas Tampines Rovers pada play-off putaran pertama Liga Champions Asia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa malam (16/1/2018).

Masuk di menit ke-83 menggantikan peran Irfan Bachdim, pemain kelahiran Bojonegoro, 18 tahun silam itu langsung menyatu dengan permainan intensitas tinggi Bali United.

Hanis lantas menutup kemenangan dengan gol indah lewat tendangan terarah dari luar kotak penalti. Sebelum melawan wakil Singapura itu, mantan pemain Persibo Bojonegoro tersebut juga mencetak empat gol saat uji coba internal melawan PS Putra Tresna.

"Hanis semenjak ke sini, saya yakin dengan anak ini dia bisa berbicara banyak. Saya apresiasi karena dia juga bisa mencetak satu gol," kata Widodo Cahyono Putro, pelatih Bali United.

Mantan pelatih Sriwijaya FC itu menjelaskan dirinya memang sengaja tidak menurunkan Hanis sejak menit pertama. Baginya, sang pemain masih butuh proses adaptasi dan juga berkembang. Apalagi pemain yang dikontrak Bali United selama empat tahun itu masih berusia sangat muda.

"Memang sudah kami rencanakan di beberapa uji coba sebelumnya, namun tidak bermain dari awal. Dia masih butuh adaptasi secara bertahap dan nanti akan besar sendiri pada waktunya," lanjut Widodo.

Widodo menambahkan Hanis yang didatangkan bersama pemain Timnas Indonesia U-19 lainnya, Feby Eka Putra, punya banyak waktu untuk berkembang. Keduanya juga merupakan pemain potensial.

"Kami senang bisa menampung di sini dan yakin bisa semakin berkembang di Bali United. Harapannya nanti di Timnas Indonesia juga bisa lebih baik lagi," ucap Widodo yang merupakan salah satu striker legendaris di Timnas Indonesia tersebut.

Bali United dikenal sebagai klub yang getol memboyong pemain muda. Dua musim terakhir klub yang dimiliki pengusaha muda Yabes Tanuri itu banyak memboyong pemain-pemain junior. Yabes Roni, Faddil Sausu, dan Feby Eka Putra, contoh pesepak bola muda yang digaet Serdadu Tridatu.

Keputusan Bali United menggaet Hanis Saghara, bukan sesuatu yang mengherankan. Sang pemain jadi salah satu pilar Timnas Indonesia U-19 yang produktif mencetak gol. Ia mendukung strategi ofensif yang doyan digeber Widodo.

Namun, Hanis harus kerja keras untuk bisa masuk tim inti karena Bali United disesaki pemain-pemain top macam Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, atau M. Taufiq yang matang jam terbang.

 

3 dari 5 halaman

Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu
Syahrian Abimanyu, gelandang belia andalan Sriwijaya FC di pentas Piala Presiden 2013. (Bola.com/Riskha Prasetya)

Syahrian Abimanyu

Lahir: Banjarnegara 25 April 1999

Posisi: Gelandang serang

Kepindahan Syahrian Abimanyu ke Sriwijaya FC mengejutkan, mengingat Persija Jakarta punya rencana besar mempromosikannya ke tim utama di musim 2018. Namun, sejatinya kepindahan sang gelandang tak mengherankan mengingat ayahandanya, Rasiman, berstatus sebagai asisten pelatih Sriwijaya FC.

Pemain yang akrab disapa Abi ahir di Dusun Tlete, Desa Purwareja, Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Jateng. Ia merupakan jebolan Timnas Indonesia U-16 ini pernah menempa bakat sepak bolanya di SSB Mandiri Jaya Bogor, JFA (Jakarta Football Academy), Academy of Espana (Valencia).

Rekam jejak Abi di timnas junior cukup mentereng. Ia sempat tampil di sejumlah event internasional macam Piala AFF U-16 2013 dan Kualifikasi Piala AFC U-16 2014. 

Abi dan kelima kawannya yaitu Dallen Ramadhan Doke, Hanif Faturrahman, Ridho Ramadhan, Samuel Christiansan, Muhammad Putra, menjadi sorotan saat menjalani laga lawatan di Inggris (29 Februari–29 Maret 2012 tanpa campur tangan PSSI dan pemerintah) karena mampu mengalahkan tiga club akademi negara Ratu Elizabeth II.

Mengalahkan akademi Leicester City dengan skor 3-1, Manchester City (2-1), dan Manchester United (2-1).  Abi dan kelima kawannya itu dinilai layak bergabung di akademi sepak bola City.

Sayangnya, enam siswa SSB Mandiri tersebut tidak bisa dengan mudah masuk ke akademi Manchester City. Sebab, mereka terkendala izin tinggal di Inggris. Sesuai dengan ketentuan, mereka harus tinggal selama dua tahun di luar Inggris lebih dulu sebelum nanti bersekolah di akademi. 

Singkat cerita, Abi dan kelima kawannya lalu resmi bergabung dengan JFA. Lewat JFA mereka dikirim ke Valencia untuk mendapatkan pelatihan yang lebih bagus sebelum kembali ke Tanah Air untuk memenuhi panggilan Indra Sjafri membela Timnas Indonesia U-19 pada tahun lalu.

Rahmad Darmawan sudah memantau bakat Abi sejak lama, tepatnya saat ia menukangi Persija pada musim 2014.  RD mendatangkan sang pemain bukan sekadar menjadikannya serep. Pada pertandingan perdana penyisihan Grup A Piala Presiden 2018 melawan Persib Bandung pada Selasa (16/1/2018), Syahrian Abimanyu dapat kesempatan menjajal lapangan.

Sriwijaya FC menderita kekalahan 0-1, namun rapor Abi terhitung oke. Jika bisa menjaga stabilitas permainan tak tertutup kemungkinan ia bakal sering dipilih menjadi pemain inti di Tim Laskar Wong Kito.

4 dari 5 halaman

Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah

Muhammad Luthfi
Bintang Timnas U-19, Muhammad Luthfi, berpose usai mengikuti sesi latihan bersama Timnas Indonesia U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Selasa (14/11/2017). Tim Garuda Muda akan bertanding melawan Suriah U-23. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah

Lahir: Jakarta, 1 Maret 1999

Posisi: Gelandang bertahan

Klub: Mitra Kukar

Mitra Kukar tak mau ketinggalan kereta dalam perburuan pemain muda potensial berstatus bintang Timnas Indonesia U-19. Tim Naga Mekes mendatangkan, Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah, gelandang jangkar andalan Tim Garuda Nusantara. 

Luthfi selama ini dikenal sebagai gelandang angkut air penghubung permainan antara lini belakang dan depan di skuat Timnas Indonesia besutan Indra Sjafri. Punya visi permainan yang bagus, serta kuat dalam berduel untuk meredam alur serangan lawan. Posisinya sebagai pemain inti di timnas junior bisa dibilang tak tergantikan.

Keputusan manajemen Mitra Kukar merekrut Luthfi Kamal Baharsyah, mendapat respons positif dari kapten tim Bayu Pradana. Gelandang berusia 26 tahun itu menilai Luthfi merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia U-19 saat ini.

 “Saya suka cara bermain Luthfi. Dia pemain yang saya favoritkan bersama Asnawi Mangkualam yang juga menjadi andalan di Timnas Indonesia U-19 dan U-23. Semoga dia bisa bersinar di level klub bersama Mitra Kukar musim depan,” ungkap pemain asal Salatiga, Jawa Tengah.

Bayu menilai permainan Luthfi bersama timnas cukup menawan. Sebagai gelandang junior, pemain asal Jakarta itu memiliki visi bermain cukup bagus. Akurasi umpan panjang pun cukup akurat. Tak jarang operan yang dia kirim ke lini depan, berbuah gol.

Dengan kemampuannya itu, Bayu optimistis lini tengah Naga Mekes permainannya akan lebih menggigit sepeninggal marquee player, Mohamed Sissoko. Bayu sejatinya bermain di posisi yang sama dengan juniornya. Namun, ia tidak merasa tersaingi karena menilai style bermain dengan Luthfi sedikit berbeda.

 

 

5 dari 5 halaman

Asnawi Mangkualam Bahar

Asnawi Mangkualam
Gelandang Timnas Indonesia U-19, Asnawi Mangkualam, bersiap menghadapi Kamboja U-19 pada laga persahabatan di Stadion Patriot, Bekasi, Rabu (4/10/2017). Indonesia menang 2-0 atas Kamboja. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Asnawi Mangkualam Bahar

Lahir: Makassar, 4 Oktober 1999

Posisi: Gelandang bertahan

Klub: PSM Makassar

Gelandang muda PSM Makassar, Asnawi Mangkualam Bahar, menjadi salah satu pemain muda yang jadi rebutan banyak klub Liga 1. Di usianya yang demikian muda kariernya di Timnas Indonesia Junior melesat.

Menjadi bagian skuat Timnas Indonesia U-19 besutan Indra Sjafri, Asnawi promosi cepat ke Timnas Indonesia U-22. Ia diboyong pelatih Luis Milla untuk berlaga di pentas SEA Games 2017.

Sebagai seorang gelandang muda, permainan Asnawi sangat enerjik. Karakter permainannya keras namun taktis ala pesepak bola Makassar kebanyakan. Kariernya melesat setelah membela tim PON Sulawesi Selatan.

Uniknya ia menandatangi kontrak profesional pertama di klub Persiba Balikpapan, bukan PSM tim kampung halaman yang membesarkannya. Baru pada musim 2017 putra legenda Tim Juku Eja, Bahar Muharram, balik kandang.

Pada musim perdana bersama PSM, Asnawi masih kesulitan menembus posisi inti. PSM punya banyak gelandang jangkar matang pengalaman. Mulai dari Syamsul Chaeruddin, Rasyid Bakri, hingga Rizky Pellu.

Walau hanya berstatus sebagai cadangan abadi, Asnawi tetap setia membela PSM musim 2018 ini. Padahal, setidaknya ada lima klub Liga 1 yang menyatakan keinginan menggaetnya.

Hal itu diungkapkan sang ayah, Bahar Muharram. "Ada lima klub yang menghubungi saya. Lima klub itu, yakni Borneo FC, Arema FC, Bali United, Persela Lamongan, dan Bhayangkara FC," ujar Bahar yang juga masuk tim pelatih PSM.

Asnawi Mangkualam Bahar yakin bisa bersaing di PSM. Robert Alberts, pelatih Tim Ayam Jantan dari Timur dikenal sebagai pelatih yang jago mementaskan pemain muda. Ia sangat fair menilai kualitas pemain, tak memandang usia atau jam terbang. Siapa yang paling siap, ia bakal jadi bagian dari tim inti.

Kepercayaan pada Asnawi diberikan nakhoda asal Belanda itu saat PSM mengarungi duel perdana penyisihan Grup A Piala Presiden 2018 melawan PSMS Medan. Sang pemain dapat kesempatan menjajal lapangan.

Lanjutkan Membaca ↓