Sanksi Ini Membuat Aremania Sulit Meraih Gelar Suporter Terbaik

Oleh Iwan Setiawan pada 24 Jan 2018, 19:00 WIB
Diperbarui 24 Jan 2018, 19:00 WIB
Aremania
Ada hal yang membuat Aremania sulit mendapatkan gelar suporter terbaik di Piala Presiden 2018. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Baru menggelar satu pertandingan, panpel Arema FC yang jadi tuan rumah Grup E Piala Presiden 2018 sudah dijatuhi sanksi. Penyebabnya, Aremania menyalakan flare dan luber hingga ke pinggir lapangan saat pertandingan Arema FC melawan Persela Lamongan (20/1/2018).

Denda Rp 10 juta harus dibayarkan panpel Arema kepada Komisi Disiplin turnamen pramusim ini. Sanksi ini sekaligus jadi nilai negatif yang memberatkan Aremania untuk meraih predikat suporter terbaik Piala Presiden 2018.

Padahal, panpel turnamen sudah menyiapkan penghargaan sekaligus uang hadiah Rp 100 juta untuk kategori suporter terbaik.

"Sebenarnya kami berharap Aremania bisa dapat kategori itu. Tapi, pelanggaran ternyata masih dilakukan. Saat lanjutan Grup E berpindah ke Stadion Kanjuruhan, semoga tidak terjadi lagi," kata ketua panpel Arema, Abdul Haris.

Satu di antara pentolan Aremania, Achmad Ghozali, mengakui memang sosialisasi larangan flare atau bom asap harus terus dilakukan karena masih ada Aremania yang terbawa kebiasaan menyalakan flare saat uji coba.

"Semoga sanksi ini bisa mengingatkan semua Aremania agar tidak lagi menyalakan flare. Sedangkan untuk Aremania yang hingga meluber, itu karena kapasitas stadion yang kecil. Kebocoran tiket juga saya lihat besar. Semoga di Kanjuruhan tidak terjadi lagi," jelas Achmad.

Andaikan sanksi ini memang memberatkan Aremania jadi suporter terbaik, masih ada satu harapan yang diapungkan mereka, yaitu Arema bisa ke final Piala Presiden 2018.

"Kalau gelar suporter terbaik, itu mengalir saja. Yang terpenting Arema bisa sampai ke final Piala Presiden. Aremania juga ingin memberikan dukungan langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kami ingin merasakan atmosfer stadion yang baru direnovasi itu," imbuhnya.

Tetapi, diprediksi Aremania yang datang ke Stadion Kanjuruhan untuk memberi dukungan langsung lanjutan Grup E Piala Presiden akan berkurang. Selain jarak stadion lebih jauh dari pusat kota, pertandingan kedua dan ketiga Arema digelar pada hari aktif.