Penggawa Arema Nikmati Ruang Ganti Mewah Stadion Kanjuruhan

Oleh Iwan Setiawan pada 26 Jan 2018, 18:00 WIB
Diperbarui 26 Jan 2018, 18:00 WIB
Arema FC
Para pemain Arema FC takjub dengan fasilitas ruang ganti Stadion Kanjuruhan, Malang, yang terlihat mewah dibanding sebelumnya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Pertandingan pekan kedua Grup E Piala Presiden 2018 jadi momen kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan, Malang. Ini untuk kali pertama penggawa Singo Edan menginjakkan kaki di stadion itu, sejak melakoni persiapan pada Desember 2017 lalu. Mereka dibuat takjub dengan perubahan fasilitas ruang ganti stadion.

Terjadi perubahan besar di ruang ganti. Sekarang Stadion Kanjuruhan memiliki empat ruang ganti. Sebab, stadion ini memang bersiap sebagai tuan rumah turnamen yang menggelar dua pertandingan langsung dalam satu hari.

Setiap ruang ganti sudah memiliki loker yang terpadu dengan kursi dan gantungan baju. Sebenarnya pemandangan seperti ini sudah banyak terdapat di stadion yang dipakai klub lain di Indonesia. Tapi untuk Stadion Kanjuruhan, ini merupakan suasana baru bagi pemain Arema FC.

“Kami merasa lebih nyaman di ruang ganti. Suasana baru dan lebih bagus pastiya,” kata striker muda Arema, Dedik Setiawan.

Hal yang sama juga disampaikan bek sayap Syaiful Indra Cahya. Dia merasa ruang ganti yang sekarang lebih tertata dan bersih. “Enak rasanya lihat kondisi ruang ganti lebih bersih,” tegas mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

Sebelumnya, ruang ganti Arema tergolong ketinggalan zaman. Karena hanya menyediakan kursi yang ditata mengelilingi ruangan. Hanya dindingnya yang jadi ciri khas dengan hiasan poster untuk penyemangat tim.

Beberapa pemain Arema sempat merasa iri dengan ruang ganti yang dimiliki klub lain. Namun mereka tidak berani mengungkapkan. Karena Stadion Kanjuruhan sebenarnya bukan milik Arema. Melainkan milik pemerintah Kabupaten Malang.

Akan tetapi untuk memenuhi standar dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC), pengelola stadion akhirnya melakukan renovasi untuk ruang ganti dan beberapa fasilitas lainnya. Pengerjaannya dilakukan setelah kompetisi Liga 1 2017 berakhir pertengahan November lalu.

“Renovasi ini memang diperlukan untuk memenuhi standar AFC. Semoga ada rasa nyaman untuk tim yang bertanding di Stadion Kanjuruhan,” kata ketua panpel Arema FC, Abdul Haris.

Perlu diketahui, sebelumnya Stadion Kanjuruhan sering digunakan untuk pertemuan pegawai Pemkab Malang. Bahkan ruang ganti pemain juga sempat digunakan untuk tempat menggelar rapat.

Selain itu, jika ada turnamen yang menggelar pertandingan dua kali dalam sehari, tim yang berlaga di jam kedua harus menunggu di ruangan transit yang dibuat tidak permanen. Tapi sekarang tidak ada lagi ruang transit. Karena empat ruang ganti sudah disiapkan lengkap dengan fasilitas di dalamnya.