Shohei Matsunaga Terkejut Ditunjuk Kenakan Ban Kapten Persela

Oleh Aditya Wany pada 12 Mar 2018, 17:40 WIB
Shohei Matsunaga, Persela Lamongan

 

Bola.com, Lamongan - Gelandang asal Jepang, Shohei Matsunaga, tampil sebagai kapten Persela Lamongan dalam laga persahabatan melawan Barito Putera di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu malam (11/3/2018). Dia mengaku bangga mendapat kepercayaan besar itu. 

“Saya sangat terkejut saat pelatih menunjuk saya jadi kapten di pertandingan ini. Kalau diminta, saya pasti siap. Ini adalah kali pertama saya jadi kapten saat bermain untuk klub Indonesia. Saya merasa sangat bangga,” kata Matsunaga kepada Bola.com setelah pertandingan.

Selama 90 menit pertandingan, tak sekalipun ban kapten lepas dari lengannya. Padahal, kapten utama Persela, Birrul Walidain sempat masuk pada pertengahan babak kedua. Namun, tidak ada perpindahan ban kapteni.

Matsunaga terhitung merupakan pemain baru di Laskar Joko Tingkir. Dia baru resmi mendapat kontrak pada Selasa (6/3/2018) atau belum genap sepekan bergabung Persela.

Namun, pelatih Persela, Aji Santoso punya pertimbangan khusus menunjuk Matsunaga. Menurutnya, kualitas dan pengalaman Matsunaga di lapangan sudah cukup untuk menjadi kualifikasi mengenakan ban kapten.

“Alasannya sangat sederhana. Birrul di pertandingan ini tidak masuk starting line-up karena ingin saya rotasi. Karena belum ada wakil kapten, saya pilih Matsunaga saja yang saya pikir juga cocok,” kata Aji dalam jumpa pers setelah laga.

Selama ini ban kapten Persela kerap melingkar di lengan Eky Taufiq saat Birrul Absen. Rupanya, keputusan ini juga telah melalui pertimbangan dari jajaran pelatih.

“Saya sudah bicara dengan pelatih lain untuk mencoba pemain yang mungkin bisa jadi kapten kedua atau ketiga. Birrul tetap menjadi kapten utama kami. Tapi, soal kapten kedua dan ketiga belum ditentukan. Matsunaga bisa saja salah satu pilihan itu di musim ini,” imbuh

Persela Lamongan masih mencari sosok pemimpin yang bisa menjadi penyambung lidah Aji di lapangan. Mereka telah kehilangan sosok legenda, Choirul Huda, yang meninggal dunia pada pertengahan putaran kedua musim lalu.