Ini Alasan Bima Sakti Parkir Duo Makassar saat Melawan Jepang

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 26 Mar 2018, 06:55 WIB
Timnas Indonesia U-19, Timnas U19, Bola.com, Jepang U-19

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Bima Sakti, punya alasan khusus tidak memainkan duo pemain asal Makassar, Nurhidayat Haji Haris dan Asnawi Mangkualam Bahar, pada laga uji coba melawan Jepang U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (25/3/2018).

Nurhidayat Haji Haris dan Asnawi Mangkualam Bahar terlambat bergabung dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19. Penyebabnya, karena PSM Makassar awalnya enggan melepas Asnawi dengan alasan waktu pertandingan yang bentrok dengan jadwal pertandingan di Liga 1 2018.

PSM akhirnya memberikan izin kepada Asnawi untuk bergabung pada hari kedua pemusatan latihan, Jumat (23/3/2018). Adapun Nurhidayat baru bergabung setelah bersama Bhayangkara FC melakoni laga Liga 1 2018. Namun, hal itu ternyata sudah terlanjur membuat pelatih Bima Sakti kecewa dan tak ingin timnya bergantung kepada satu atau dua pemain.

"Hari ini saya tidak memasang Nurhidayat dan Asnawi karena ingin respek dengan pemain lain yang datang lebih awal ke pemusatan latihan Timnas U-19. Sebab, tim itu lebih penting," kata Bima Sakti.

Bima Sakti mengatakan pemain-pemain yang tidak mendapatkan kesempatan bermain untuk bersabar. Pelatih berusia 42 tahun itu mengaku saat ini sedang menyiapkan berbagai jenis skema permainan untuk timnya dan meminta masyarakat untuk bersabar.

"Kami selalu memiliki banyak game plan untuk mencoba semua pemain. Contohnya seperti Muhammad Iqbal yang biasanya bermain di sayap, kami mainkan dia di tengah," ucap Bima Sakti.

"Sudah banyak skema yang dilakukan, tetapi memang belum berjalan sepenuhnya. Semua butuh waktu. Saya harap masyarakat Indonesia agar bersabar," imbuh Bima Sakti.

Bima Sakti masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi di Timnas Indonesia U-19. Bima Sakti harus menemukan solusi agar permainan anak asuhnya semakin berkembang sebelum berlaga Piala AFC U-19 2018 yang akan digelar di Indonesia pada 18 Oktober-4 November 2018.