Tak Ikut Rombongan Persela ke Makassar, Dicky Prayoga Sibuk Jaga Toko

Oleh Iwan Setiawan pada 09 Apr 2018, 16:02 WIB
Dicky Prayoga, Persela

Bola.com, Malang - Mimpi mantan pemain PSIM Jogjakarta, Dicky Prayoga sudah terwujud untuk bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Karena musim ini dia jadi bagian dari skuat Persela Lamongan di Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Namun jebolan Akademi Arema ini ternyata tidak melupakan bisnisnya meski harus fokus untuk bersaing mendapatkan kesempatan bermain di Persela.

Ketika Dicky  tidak masuk dalam skuat Persela dalam laga away, ia tidak kecil hati. Justru waktunya dimanfaatkan untuk mengurusi bisnis yang ditekuninya sejak beberapa tahun terakhir. Yaitu gerai perlengkapan olahraga.

Ketika Persela menjalani laga tandang ke markas PSM Makassar akhir pekan lalu, Dicky tidak masuk dalam rombongan tim. Waktunya pun diluangkan justru untuk menjaga store bernama Jack Sport Ngalam yang sedang membuka stand dalam acara turnamen futsal di Malang.

“Ya begini aktivitas kalau sedang tidak ikut dalam rombongan tur tandang Persela,” kata pemain 27 tahun.

Meski berstatus sebagai pemain Liga 1, Dicky tidak malu turun tangan langsung melayani pembeli. Dicky mengaku menikmatinya. Selain itu, ia juga mengerjakan sendiri beberapa pesanan t-shirt atau jersey klub sepak bola lokal.

“Jadi pedagang itu tidak boleh malu. Yang penting halal,” imbuhnya.

Saat ini, store miliknya itu sudah lumayan dikenal di Malang. Jika tidak sedang membuka stand, Dicky sering berada di gerai yang lokasinya di Jalan Ikan Gurami, Kota Malang, yang merupakan kediamannya.

Beberapa pemain sepakbola ternama asal Jawa Timur juga sempat mampir ke store-nya. Seperti Evan Dimas (Selangor FA), dan tentunya beberapa pemain Arema yang merupakan teman seangkatannya di Akademi Arema.

“Ini jadi bisnis sampingan yang suatu saat bisa jadi masa depan,” ucap pesepak bola kelahiran 12 Maret 1991 itu.

Dicky sudah merasakan penghasilan bisnis itu berguna ketika pemasukan dari profesi pemain bola seret. Seperti saat kompetisi musim 2015 silam dihentikan oleh FIFA. Dia lebih banyak mengandalkan pemasukan dari penjualan pernak-pernik olahraga tersebut.

Tapi saat Persela Lamongan kembali menggelar latihan di Lamongan, Dicky harus meninggalkan bisnisnya tersebut. Karena ia harus fokus untuk menembus skuat utama tim berjulukan Laskar Joko Tingkir itu.