Suporter Madura United Melarang Aremania ke Madura

Oleh Aditya Wany pada 19 Apr 2018, 20:15 WIB
Diperbarui 19 Apr 2018, 20:15 WIB
Madura United
Suporter Madura United, K-Conk Mania. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Arema FC terancam akan bertandingan tanpa suporter Aremania saat bertandang ke markas Madura United, Sabtu nanti (21/4/2018). Sebab, K-Conk Mania yang merupakan satu di antara empat elemen suporter Madura United telah memberikan larangan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Humas K-Conk Mania, Taufik Syahrawi. Menurutnya, keputusan itu sudah disepakati secara bersama oleh para anggota K-Conk Mania yang berbasis di Bangkalan. 

“Hasil keputusan mabes K-Conk, Aremania tidak boleh datang ke Madura demi menjaga kondusifitas. Kami menghimbau sekaligus melarang agar supporter Arema FC tidak hadir ke Madura,” kata pria yang akrab disapa Mamad itu kepada Bola.com, Kamis (19/4/2018). 

Potensi konflik memang masih terjadi antara suporter Arema dan Madura United. Pertandingan pekan kelima Liga 1 2018 itu bakal terselenggara di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. 

Sementara, untuk mencapai Pamekasan, Aremania harus terlebih dahulu melewati Bangkalan. Padahal, kabupaten paling barat di Pulau Garam itu berisikan K-Conk yang kebanyakan juga Bonek, suporter Persebaya. 

Musim lalu, insiden penyerangan sempat dialami oleh bus yang mengangkut pemain Arema FC usai dari markas Madura United (10/9/2017). Beberapa oknum suporter Madura United menyerang bus tersebut dengan melempari menggunakan batu.  

“Larangan ini semata-mata demi kebaikan bersama kedua pihak. Karena kami tahu, kondisi sampai detik ini masih panas di tataran grassroot dan sangat rawan. Di sini, masih ada kawan-kawan yang mudah tersulut saat melihat kelompok beratribut Arema atau Aremania,” imbuh Mamad.  

Mamad menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada Suporter Madura Bersatu (SMB) yang menjadi induk suporter Madura United. SMB pun telah berkomitmen untuk tetap menjaga kesopanan. 

Ketua SMB, Yusuf Ismail pun tidak ingin insiden musim lalu terulang kembali. “Prisnipnya, SMB dan segenap komunitas se-Madura sepakat untuk menjaga dan menciptakan kondusivitas, tidak hanya saat melawan Arema nanti,” ungkap Yusuf.