Buat Gebrakan Baru, Akademi Aji Santoso Luncurkan Sekolah

Oleh Iwan Setiawan pada 26 Apr 2018, 15:45 WIB
Aji Santoso ASIFA

Bola.com, Malang - Akademi sepak bola internasional milik Aji Santoso resmi memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) ASIFA yang diperkenalkan pada Kamis (26/4/2018) di komplek akademi yang berdiri Griyashanta Blok J, Kota Malang.

Diknas Kota Malang hingga perwakikan Mendikbud Indonesia hadir dalam acara tersebut. Namun sayang, Aji Santoso berhalangan karena harus mendampingi Persela Lamongan.

“Ini merupakan akademi sepakbola pertama di Malang dan Indonesia yang memiliki sekolah sendiri. Sebelumnya, ASIFA bekerja sama dengan beberapa sekolah tingkat SD, SMP dan SMA untuk memberikan pendidikan kepada siswa ASIFA. Sekarang kami sudah punya SMP sendiri. Semoga tahun depan sudah ada SMA sendiri,” kata Imam Subkhi Abdul Rokhim, Kepala Sekolah SMP ASIFA.

Sejak berdiri pada tahun 2014, akademi ini sudah memiliki ruangan kelas dan guru untuk pendidikan pemain. Namun sifatnya baru homeschooling atau bekerja sama dengan sekolah yang ada di sekitarnya. 

“Jadi jam pelajaran akan dibuat khusus. Tidak mengganggu jadwal latihan. Jika latihan pagi, pelajaran sekolah dibuat siang dan malam,” lanjut Imam. 

Selama ini, memang ada persoalan tersendiri ketika pemain ASIFA harus bekerja sama dengan sekolah lain. Terkadang ada turnamen hingga ke luar negeri yang harus diikuti. Praktis kondisi ini membuat mereka harus absen sekolah.

“Karena sekarang sudah ada SMP sendiri, jika ada agenda turnamen, pelajaran akan dipadatkan didepan. Agar mereka tidak ketinggalan pelajaran juga,” jelasnya.

Aji Santoso ikut senang dengan adanya SMP di ASIFA. Dia bersama manajemen dan beberapa pihak sudah lama berusaha untuk membuat sekolah sendiri.

“Setelah melewati proses panjang akhirnya ada SMP ASIFA. Ini bisa jadi contoh di daerah lain untuk bisa memiliki sekolah khusus atlit sepakbola. Semoga kedepan bisa memberikan sumbangsih untuk Kota Malang dan Indonesia,” kata Aji.

SMP ASIFA juga membuka pendaftaran untuk atlet di luar sepak bola. Selama ini banyak atlet cabang olahraga lain yang juga kesulitan untuk bersekolah dengan normal karena jadwal latihan dengan pendidikan seringkali berbenturan.