Pelatih Arema Sumbangkan Bonus Kemenangan Pertama Musim Ini untuk Aremania

Oleh Iwan Setiawan pada 27 Apr 2018, 21:45 WIB
Joko Susilo

Bola.com, Malang - Pelatih Arema FC, [Joko 'Getuk' Susilo](https://www.bola.com/indonesia/read/3470388/getuk-menyusul-arema-menjelang-duel-kontra-madura-united?source=search ""), terlihat semringah dengan kemenangan Arema 3-1 atas Persipura Jayapura pada pekan keenam Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, Jumat sore (27/4/2018).

Sebab, Arema berhasil memutus catatan negatif dalam lima pertandingan awal Liga 1 2018. Kemenangan ini juga terasa spesial karena tim yang dikalahkan adalah pimpinan klasemen sementara.

Sebagai bentuk rasa syukur, Getuk menyumbangkan bonusnya untuk Aremania. Padahal, itu adalah bonus pertama yang diberikan manajemen Arema pada musim ini.

"Setiap kemenangan tim mendapatkan bonus. Namun, saya tidak ambil untuk kali ini. Akan diberikan kepada Aremania yang sudah memberikan dukungan di penuh kepada tim ini," katanya.

Teknisnya, Getuk akan memberikan bonus itu kepada koordinator Aremania yang sedang melakukan penggalangan dana. "Saya tidak tahu akan diberikan kepada Aremania yang mana. Saya pasrahkan saja kepada koordinatornya," tegasnya.

Saat ini, beberapa Aremania sedang melakukan penggalangan dana untum rekannya yang jadi korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan ketika pertandingan melawan Persib Bandung pada 15 April 2018. Insiden itu memakan satu korban jiwa dan ratusan Aremania yang mengalami sesak napas dan trauma.

Namun, berapa bonus kemenangan dari manajemen Arema memang tidak diketahui publik. Hanya, jumlah tidak terlalu penting karena tujuannya sebagai bentuk rasa syukur Arema bisa memetik kemenangan. "Saya sangat bersyukur. Semoga bisa membantu untuk meringankan beban Aremania juga," imbuh Getuk.

Sebenarnyabukan kali ini saja Getuk tidak mengambil bonus dari manajemen. Dia pernah melakukan hal ini ketika Arema menjadi peringkat ketiga pada Piala Presiden 2015.

Ketika itu Getuk tidak mengambil bonus sebagai bentuk permintaan maaf dan tanggung jawab karena dia merasa gagal membawa Arema jadi juara di turnamen itu.