Egy Maulana Vikri Senang Timnas U-19 Dapat Teror dari Suporter Persis

Oleh Ronald Seger Prabowo pada 29 Mei 2018, 13:10 WIB
Diperbarui 29 Mei 2018, 13:10 WIB
Egy Maulana Vikri, Timnas Indonesia U-19
Pemain Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, dikepung pemain Persis Solo pada uji coba di Stadion Manahan, Solo, Senin (28/5/2018). (Bola.com/Ronald Seger Prabowo)

Bola.com, Solo - Timnas Indonesia U-19 mendapat pelajaran berharga saat takluk 0-3 dari Persis Solo pada uji coba di Stadion Manahan Solo, Senin (28/5/2018) malam. Mental para pemain yang benar-benar diuji dalam pertandingan itu.

Hampir sepanjang pertandingan tak ada nyanyian dukungan kepada Timnas U-19. Justru sebaliknya, teriakan "huuuuuu" terdengar saat para pemain Timnas Garuda Nusantara menguasai bola. Bahkan, beberapa kali terlihat para pemain Timnas U-19 saling melempar tugas saat mendapatkan tendangan sudut. Semakin berada di pinggir lapangan, pemain kian mendapat teror yang kencang dari suporter.

Meski demikian, teror itu hanya berlangsung selama 90 menit. Setelah pertandingan, seluruh penonton memberikan nyanyian dukungan kepada Timnas U-19. Mereka memberikan tepuk tangan dan chant pemberi semangat saat Timnas U-19 mengelilingi lapangan untuk menyapa penonton.

"Kami senang dengan tekanan seperti ini. Karena sesuai dengan keinginan kami memang ingin terbiasa menghadapi teror dari penonton. Saya salut dengan Pasoepati yang memberikan tekanan luar biasa," ungkap striker Timnas U-19, Egy Maulana Vikri.

Egy memang jadi sasaran teror pada pertandingan itu. Pemain Lechia Gdankz itu selalu mendapat sorakan saat membawa bola. Sepanjang pertandingan, pemain berusia 18 tahun itu tampil kurang maksimal dengan tak melepas satu tendangan pun ke gawang Persis.

Penuhnya seluruh sudut tribune juga mendapat komentar dari pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. Dia terpukau dengan atmosfer Stadion Manahan yang tak berhenti bernyanyi.

"Saya terpukau dengan atmosfir Stadion Manahan. Saya kalau melihat Liga 2, pertandingan Persis Solo tak pernah sepi. Ini jadi modal mereka untuk bisa berpestasi," ujar pelatih Timnas Indonesia U-19 asal Padang tersebut. 

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 1), Cerita Hidung Berdarah karena Romelu Lukaku