PSM Menekuk Bhayangkara FC, Robert Alberts Kembali Mengkritik PT LIB

Oleh Abdi Satria pada 16 Jul 2018, 05:00 WIB
Diperbarui 16 Jul 2018, 05:00 WIB
PSM Makassar vs Bhayangkara FC
Duel PSM vs Bhayangkara FC di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/7/2018). (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Gianyar - PSM Makassar mengamankan tiga poin seusai menekuk Bhayangkara FC 2-1 pada pekan ke-16 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion I Wayan Dipta, Minggu (15/7/2018). Hasil ini membawa Juku Eja kembali bertakhta di puncak klasemen.

Meski PSM menang, pelatih PSM, Robert Alberts, kembali melontarkan kritik kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator kompetisi, yang dinilainya membuat keputusan membingungkan.

"Sebagai pelatih saya tidak mengerti alasan PT LIB yang memutuskan PSM menjamu lawan di luar Makassar," kata Robert.

Menurut Robert, pada awalnya PSM menerima alasan di balik keputusan PT LIB. "Karena kendala pencahayaan lampu yang dinilai tidak memadai, mereka melarang kami jadi tuan rumah karena partai tadi disiarkan secara live pada malam hari. Jadi usulan kami agar bisa bermain sore hari di tolak PT LIB," ungkap Robert.

PT LIB pun mengancam akan memberi sanksi bila PSM tidak mematuhi keputusan itu. "Selain mendapat pengurangan tiga poin, PSM akan terkena degradasi ke Liga 2," lanjutnya.

Ternyata, lanjut Robert, partai PSM kontra Bhayangkara tidak disiarkan langsung oleh televisi resmi. "Pertandingan hanya disiarkan secara streaming. Berarti, sebenarnya partai tadi bisa saja dilangsungkan sore hari," ungkap Robert.

Robert mengaku heran mengapa PT LIB terkesan begitu ngotot melarang PSM jadi tuan rumah. Padahal, Perseru Serui yang juga mengalami hal sama, masih bisa bermain di Stadion Marora pada sore hari.

"Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih pada Yabes Tanuri (CEO Bali United) yang mempersilakan kami memakai Stadion I Wayan Dipta untuk menjamu Bhayangkara," kata Robert.

 

2 dari 2 halaman

Pengaturan Jadwal

Robert juga kembali mempertanyakan pengaturan jadwal oleh PT LIB yang dinilainya tidak fair. "Sepanjang karier saya selama 30 tahun sebagai pelatih, baru kali ini saya mengalami hal seperti. Di mana kami harus bertanding lima kali di luar kandang dalam sebulan," tutur Robert.

Pelatih PSM, Robert Alberts, hanya melihat kinerja wasit saat laga melawan Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (13/5/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Di sisi lain, Robert memuji mental dan semangat pemainnya yang tetap konsisten meski selama dua pekan meninggalkan Makassar. "Saya berterima kasih kepada pemain. Begitu pula suporter yang setia mendukung PSM meski bermain diluar kandang," ucapnya.

Sementara itu, Zulham Zamrun, gelandang sayap PSM, mengungkapkan kemenangan PSM berkat strategi jitu Robert. "Saya dan pemain lainnya tinggal menjalankan intsruksi coach Robert di lapangan," ujar Zulham.

Lanjutkan Membaca ↓