LA Mania Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Suporter Persija

Oleh Zaidan Nazarul pada 24 Sep 2018, 22:30 WIB
Diperbarui 24 Sep 2018, 22:30 WIB
Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan
Bonek (suporter Persebaya) dan LA Mania (suporter Persela) akur di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (5/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Lamongan - Laga panas antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak memakan korban. Seorang suporter Persija bernama Haringga Sirila tewas setelah dikeroyok oknum suporter Persib sebelum laga dimulai.

Insiden ini mengundang perhatian banyak pihak, termasuk suporter Persela Lamongan. Ketua LA Mania Nugroho mengatakan, atas nama keluarga besar LA Mania menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya suporter Persija itu.

Baginya, insiden ini sebuah tragedi kelam yang seharusnya tidak terjadi lagi di sepak bola Indonesia. "Tentu sangat kami sayangkan, karena tidak ada tontonan sepak bola yang seharga nyawa. Ini terlalu mahal," ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai lurah salah satu desa di Lamongan ini mengatakan, semangat kedaerahan yang diusung sepatutnya tidak menjadikan mereka saling bermusuhan, sebab mereka sama-sama warga Indonesia.

"Kita semua ini sama-sama Merah Putih. Jangan lantas karena fanatik pada tim asal daerahnya, kita lupa bahwa NKRI di atas segalanya," tutur Nugroho.

Menurutnya, semua suporter harus mengedepankan persatuan dan kesatuan Indonesia dibanding semangat kedaerahan. "Kita semua hanya beda warna saat mendukung tim kesayangan. Tapi tidak boleh melupakan bahwa kita bersaudara," katanya.

Nugroho memang pantas bicara soal perdamaian antarsuporter. Pasalnya, baru di eranya menjabat sebagai Ketua LA Mania, pendukung Persela dan kelompok suporter setia Persebaya Bonek Mania bisa berdamai pada 2017 lalu.

Padahal, sebelumnya kedua kelompok suporter ini saling bermusuhan. Tragedi berdarah hingga tewasnya suporter dari kedua belah pihak juga terjadi, bahkan meski kedua tim kesayangannya tidak sedang terlibat bentrok.

"Kami hanya berharap, momentum perdamaian antara LA Mania dan Bonek Mania bisa menjadi contoh positif untuk mengakhiri semua ketegangan ini. Memang dibutuhkan kebesaran hati dan menghilangkan dendam. Namun selama semua pihak mau melakukan dan mewujudkan perdamaian, hal itu pasti terwujud," ucap Nugroho.