Sangat Terpukul, Kapten Persib Meminta Bobotoh Mendukung dengan Hal Positif

Oleh Muhammad Ginanjar pada 28 Sep 2018, 06:15 WIB
Diperbarui 28 Sep 2018, 06:15 WIB
Sepak Bola Indonesia Berbenah
Kapten Persib, Supardi Nasir, mengaku terpukul dengan kasus meninggalnya suporter Persija, Haringga Sirla, akibat pengeroyokan oleh oknum bobotoh. (Bola.com/M

Bola.com, Bandung - Suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, yang meninggal dunia akibat rivalitas antarsuporter ditengarai berdampak buruk pada psikologis pemain Persib Bandung.

Tak sedikit dari mereka ikut merasakan duka yang mendalam lantaran korban yang dikeroyok beberapa oknum bobotoh terjadi saat Persib menjadi tuan rumah dengan menjamu Persija Jakarta di pekan ke-23 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

Kalangan pemain Persib harus melupakan kemenangan yang sudah dipetik dengan susah payah karena di sisi lain, satu nyawa hilang akibat ulah pendukung sendiri.

Seperti yang diungkapkan kapten kesebelasan, Supardi Nasir. Menurut Supardi, kemenangan atas Persija terasa sia-sia. Padahal, sejak musim 2013, Persib belum pernah menang atas tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut.

Namun, di laga tersebut, Persib berjuang keras mengalahkan Persija dan mampu memenangi pertandingan sengan skor 3-2 secara dramatis.

"Kami merasa euforia seolah hanya lima menit. Setelah naik bus, dapat kabar, semua diam dan tidak ada euforia lagi. Bahkan saat kami latihan, coach bicara sama saya, dia tanya 'kenapa kamu, ada masalah?' saya bilang, 'coach gimana saya tidak kepikiran, masalahnya seperti ini'. Dia pun paham, berharap ada solusi dan berharap tidak merambat ke tim. Kami sangat menyayangkan dan saya terpukul sekali," ungkap Supardi.

Maka dari itu, Supardi tak henti-hentinya berharap kejadian ini dijadikan contoh agar tidak terulang di laga-laga selanjutnya.

"Jadikan pelajaran ini untuk seluruh suporter. Dalam waktu dekat ada laga Persebaya melawan Arema. Jangan sampai kejadian ini terulang. Khususnya bobotoh, saya percaya kalian. Kalian mendukung dengan hal positif, dengan karya dan doa. Tapi, kalau bunuh orang, itu bukan kebanggaan, itu bodoh namanya. Dan untuk seluruh suporter indonesia, bersatulah, demi masa depan bangsa," tegasnya.

Selain Supardi, pemain Persib lain memilih bungkam alias enggan berkomentar terkait peristiwa sadis yang dilakukan oknum bobotoh kepada Haringga.

Mereka hanya bertanya, kapan Liga 1 2018 kembali digulirkan setelah PSSI memberi keputusan kompetisi tertinggi di Tanah Air ini untuk sementara dihentikan akibat peristiwa memilukan tersebut.

Sebab bagi mereka, Liga 1 2018 menjadi satu-satunya harapan sebagai pesepak bola. Apalagi Persib sedang berada di puncak klasemen sementara dengan perolehan 44 poin.