Pelatih Persib Mengapresiasi Perdamaian Jakmania dan Viking di Indramayu

Oleh Erwin Snaz pada 28 Sep 2018, 14:15 WIB
Diperbarui 28 Sep 2018, 14:15 WIB
Sepak Bola Indonesia Berbenah
Pelatih Persib, Mario Gomez, mengapresiasi aksi perdamaian Viking dan Jakmania di Indramayu. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, sangat mengapresiasi aksi damai yang dilakukan Jakmania dan Viking Indramayu di Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Kamis (28/9/2018).

Gomez menilai aksi itu sangat bagus dan penting agar tidak ada lagi korban jatuh dari suporter tim sepak bola, seperti yang menimpa almarhum Haringga Sirla (23), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (23/9/2018), jelang laga Persib vs Persija Jakarta.

"Aksi damai di Indramayu itu sangat bagus dan saya rasa penting setiap saat untuk menjadi contoh. Sebenarnya sudah banyak contoh di dunia. Banyak laga derbi dengan separuhnya satu kubu dan kubu lainnya berpesta, bukan berperang. Katakan sepak bola adalah pesta, bukan perang," ujar Mario Gomez di lapangan SPOrT Arcamanik, Bandung, Jumat (28/9/2018).

Gomez menuturkan, jika sepak bola dibawa dengan tujuan senang, tentu bisa membawa keluarga menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola dengan enjoy.

"Ketika bertanding melawan Arema di Malang atau melawan Persija di Jakarta atau sebaliknya, suporter bisa datang dengan keluarga menyaksikan tim kesayangannya dan itu akan indah," tutur Gomez.

Gomez menambahkan, menang, kalah, atau imbang adalah sebuah hal wajar dan pasti akan terjadi kepada setiap tim kesayangan dan semestinya jangan jadi masalah karena itulah sepak bola.

"Sebagai contoh di Spanyol, ada Barcelona melawan Real Madrid, semua berjalan lancar di stadion. Jangan ambil contoh dari negara saya, karena di sana juga tidak bagus. Kami harus belajar dari situasi ini, terkadang kami belajar dari hal menyakitkan tapi ini penting," imbuh pelatih Persib asal Argentina itu.

Agar tidak terulang adanya korban lagi seperti Haringga Sirla, Mario Gomez menegaskan edukasi perlu segera ditanamkan kepada seluruh kalangan suporter sepak bola Indonesia.

"Edukasi adalah yang utama. Terkadang ada orang-orang yang mengambil keuntungan dari situasi ini. Ada yang ingin Persib didenda, dihukum, itu jangan didengar. Saya di sini sudah delapan bulan dan saya sudah mendengar tiga tahun lalu seperti ini, dua bulan lalu seperti ini juga, tapi itu masa lalu. Masa lalu itu untuk pelajaran ke depan, dan yang penting adalah saat ini," ucap Gomez.